Guru Agama di Gresik Keluhkan Pencairan Dana Sukarela

0
537 views

BeritaGresik.com – Para guru penerima tunjangan profesi pendidik (TPP) guru pendidikan Agama Islam (PAI) di Gresik kembali mengeluhkan teknik pencairan dana. Selain harus membuka buku tabungan, ada beberapa tunggakan satu bulan yang belum cair di tahun 2014.

“Keluhan beberapa guru PAI penerima TPP harus meluangkan waktu untuk membuka buku tabungan di Kantor Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang Gresik yang adanya hanya di kota,” kata guru penerima TPP PAI yang enggan namanya disebutkan, Rabu (10/6).

Menurut guru ini, untuk membuka buku tabungan di Kantor BTN Cabang Gresik, yang sudah ditunjuk Kantor Kementerian Agama (Kemenang) Gresik, para guru yang tinggal di ujung utara dan selatan harus meluangkan waktu, tenaga dan biaya untuk ke Kantor BTN.

“Apalagi sekarang di Manyar ada dua jembatan yang masih dalam perbaikan sehingga menimbulkan kemacetan dan antrean panjang,” imbuhnya.

Menurut dia, untuk membuka tabungan di BTN tidak dipungut biaya dan tidak ada setoran pertama. “Buka tabungannya gratis, cukup mengisi biodata, sudah jadi. Tapi harus kehilangan waktu. Pertanyaan para guru-guru itukan, kenapa harus membuka tabungan baru?,” katanya.

Ada lagi yang ganjal dalam pencairan TPP PAI, yaitu pencairan yang sesuai aturan 3 bulan sekali tapi kenyataannya 6 bulan sekali. Anehnya, pemberkasan laporan untuk pencairan TPP PAI yang dilakukan setiap tiga bulan sekali ada dana seiklasanya.

“Jika setiap tiga bulan sekali sampai enam bulan harus melakukan pemberkasan dua kali, maka dana sukarela juga dua kali. Misalnya, paling sedikit Rp 50.000 dikalikan 600 orang dikalikan 2 kali, jumlahnya Rp 60 juta. Kemana uang ini?” jelasnya.

Hal yang belum dipahami para guru penerima TPP PAI yaitu, adanya tunggakan dana yang belum cair pada 2014, tapi belum ada penjelasan dari Kemenag.

“Kemana uang TPP PAI yang belum cair satu bulan pada 2014 kemarin. Ini belum dijelaskan Kasi PAI Kemenag. Apa benar belum cair atau dikemanakan? Sebab nilainya cukup besar, mulai Rp 1,5 juta untuk non PNS dan Rp 3 juta lebih untuk PNS,” katanya.

Sementara, A Hudaibi, Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (Kasi PAI), Kemenag Gresik, mengatakan sebaliknya, bahwa dana TPP PAI yang satu bulan memang belum cair. “Dananya dari pusat belum ada,” kata A Hudaibi, melalui telepon seluler.

Mengenai keluhan guru-guru yang tidak mau repot bisa diwakilkan di Kantor Kemenag. “Kami yang buka secara kolektif, tanpa uang,” katanya. [surya/as]