Bulan Romadhon Mengubah Pendidikan Moral Buruk Menjadi Baik

0
344 views

OPINI – Moral (Bahasa latin Moralitas) adalah istilah manusia menyebut ke manusia atau orang lainnya dalam tindakan yang memiliki nilai positif. Moral adalah produk dari budaya dan Agama. Setiap budaya memiliki standar moral yang berbeda-beda sesuai dengan sistem nilai yang berlaku dan telah terbangun sejak lama.

Sejatinya manusia yang tidak bermoral adalah amoral. Jika kita mempelajari dari sebuah huruf yang ada didepan kata moral dengan penambahan huruf A bisa diartikan manusia mempunyai sifat Ambisi, Antusias dan Anarkis.

Ambisi pada diri manusia wajar jika ambisi itu mengarah pada kebaikan dan kebajikan, pada bulan Romadhon ini ambisi manusia ingin mencapai kesempurnaan dalam menunaikan ibadah puasa, dan mengambil sebuah hikmah pelajaran yang besar dari apa yang mereka lalukan pada sebelumnya.

Seiring dengan ambisi yang ada, mereka juga selalu dibarengi ke antusiasan dan angan-angan yang membawa ambisi (cita-cita) seseorang terkendali, sehingga menumbuhkan benih anarkis pada diri manusia. Biasanya mereka melanggar aturan yang digariskan oleh syariatnya dan undang-undang yang berlaku.

Pendidikan moral sangatlah diutamakan pada semua lembaga yang ada di negera kita, dimunculkannya pendidikan berkarakter pada dunia pendidikan belum begitu membawa hasil yang diinginkan oleh  semua pihak.

Pendidikan berkarakter sekarang pun sama halnya dengan usia jagung, entah keman,… habislah terbit tak kembali jua. Membangun moral baik sangatlah sulit bagamanapun sesulit yang kita lakukan oleh pihak pemerintah tidak membawa kearah keberhasilan.

Hanyalah bulan penuh barokah inilah yang bisa mengubah seseoarang, baik di kalangan siswa selaku peserta anak-anak pendidika, mahasiswa, orang dewa: baik guru, pejabat, bahkan sampai ke presidenpun akan dapat berubah dengan melakukan ke-ambisi-an melakukan kebajikan dengan menlaksanakan ibadah puasa dibulan Romadhon ini.

Semua agama apapun melarang umatnya melakukan hal-hal yang buruk, agama memfilter kita dari hal-hal yang buruk menjadi insan yang baik.larangan sangatlah ditekankan dari segala pihak dan dari sudut manapun.

Renungan

Berfikir dianjurkan oleh Nabi, melakukan hasil berfikir kita kejalan yang baik lebih ditekankan, pengalama yang pernah kita lalui penuh dengan keburukan sepantasnya jangan dilakukan lagi, dan bertinda ke jalan yang lebih baik sangat diwajibkan.

Seorang guru mendidik muridnya, penuh perhatian harapan seorang guru (mursid) kelak murid tersebut bisa melanjutkan estafet keilmuan di zaman berikutnya. Karena metode pendidikan yang akan diajarkan pada zaman yang akan datang jauh berbeda dengan metode pendidikan yang dialami oleh seorang guru (mursid).

Sesuatu yang  yang dijamin (Almadnun), sesuatu yang diperintah dan sesuatu yang diperintah (Almadlud), dikabarkan melalui Nabi dengan pedoman Al-Quran dan Al-Hadist Sesuatu yang  yang dijamin misalnya adalah jaminan rizki, membebaskan hambanya tidak perlu kesulitan tetapi dengan jalanberusaha dan ber do’a.

Realita

Mengembangkan sikap dan perilaku religius di dalam dan luar pendidikan akan menciptakan lingkungan sekolah yang aman, rapi, bersih, dan nyaman, kenyataan yang ada dari sekian jumlah lembaga pendidikan yang ada di Indonesia, masih dikalah dengan negara-negara yang mayoritas non muslim, kenapa? karena mental dari moral pemerintah masih setengah hati memperhatikan dunia pendidikan.

Lihat saja negara Jepang, Jepang pada dunia pendidikan disana pemerintah bersenerji pada level top the top. Sehingga sekarang apa yang diperoleh dari usaha kerasnya, di sana lebih maju 500 feet dari bangsa kita.

Akankah bangsa kita menyamai bahkan akan setara dengan negara Jepan kedepan? Semua itu perlu dan butuh waktu yang lama, semua pihakbaik pemerintah, masyarak dan lembaga lainnya demi mempercepat majunya dunia pendidikan bangsa kita terutama pada pendidikan Moral, yang selalu ditekankan oleh Presiden Joko Widodo.

Pada bulan yang suci ini, akan membangun moral yang baik sehingga terbentuk mental yang tanggu.

Oleh: Supaji Alatas, M.Pd, Pemerhati Dunia Pendidikan, Alumni Pasca Sarjana UNESA (Email:Yesningsih@yahoo.co.id)