Mahasiswa Brawijaya Sulap Limbah Kulit Pisang Jadi Pektin

0
414 views

BeritaGresik.com – Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB) menciptakan teknologi untuk menangani permasalahan penumpukan limbah kulit pisang yang tidak termanfaatkan. Penumpukan limbah kulit pisang ternyata masih bisa diolah menjadi sesuatu yang memiliki nilai jual tinggi yaitu pektin.

Pektin merupakan senyawa yang biasanya ditambahakan di produk makanan yang berperan  sebagai zat pengental dan penstabil. Dengan adanya ciptaan Teknologi ekstraksi dari mahasiswa FTP UB, maka limbah bisa dijadikan sebagai salah satu bahan tambahan makanan.

Tekonologi yang dinamakan APEX oleh kelima mahasiswa FTP UB  merupakan teknologi automatic pectin extraction yang dilengkapi dengan thermocontroller atau pengontrol suhu dan pengaduk yang bersifat continue. Kelima mahasiswa tersebut adalah Nisa Alfilasari (THP 2012), Clara Artha (THP 2012), Rohmatul Hasanah (THP 2012), Ahzam Beinargi (TEP 2011) dan Hardian Dwi Cahyo (TEP 2011) dibawah bimbingan Nur Ida Panca,  STP. MP.

Teknologi ini sekarang telah diaplikasikan pada Industry So Kressh Malang yang memiliki limbah kulit pisang cukup besar. Industry So Kressh ini merupakan industri kripik buah, termasuk buah pisang. Teknologi ini dibuat untuk mengurangi limbah kulit pisang dengan cara diekstrak sehingga menghasilkan pektin.

Pektin ini juga mampu ditambahkan pada produk produk yang diproduksi oleh Industry So Kressh seperti pembuatan selai, jeli, dan manisan. Sebab, fungsi dari pektin sendiri yakni sebagai pengental dan  penstabil makanan.

Sistem termokontrol pada APEX membuat suhu selama proses ekstraksi menjadin lebih  stabil dan terkontrol. Sistem pengadukan yang ada membantu proses homogenisasi dan penyebaran panas sehingga proses ekstraksi dengan APEX akan berjalan lebih optimal.

Dengan teknologi yang diterapkan pada APEX maka pada dasarnya mesin ini tidak terbatas pada pengolahan ekstraksi kulit pisang saja melainkan bisa dimanfaatkan pada ekstraksi kulit buah lainnya. Banyaknya industry di malang yang menghasilkan limbah kulit pisang sangat melimpah.

Karena itu, APEX memiliki potensi yang sangat besar untuk diterapkan di industri yang mengahasilkan limbah kulit pisang. Seperti halnya industry SO KRESSH Malang.

Cara kerja alat ini cukup sederhana yaitu kulit pisang yang telah dikeringkan dan dibubukan kemudian dimasukkan dalam mesin apex dan ditambahkan laruatan aquades. Selanjutnya ditambahkan asam sitrat. Dan diaduk dengan suhu pemanasan 85°C selama 40 menit. Kemudian disaring diambil larutannya dan dipanaskan lagi hingga 40 menit. Setelah itu disaring dan diambil pektinnya, terbentuklah pektin dengan pencucian alcohol 70% dan 96% .

Dengan teknologi ini  limbah kulit pisang yang awalnya hanya dibuang mampu dimanfaatkan dengan mengambil pektin nya dari proses ekstraksi menggunakan alat APEX. Pada penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa  pektin kulit pisang mampu menurunkan kolesterol. Hal ini telah dibuktikan dengan adanya uji invivo yang dilakukan  pada tikus wistar jantan.

Sebagai upaya  lanjutan dari penelitian terkait Ekstrak Kulit Pisang, ke lima mahasiswa Brawijaya membuat alat ekstraksi skala industri untuk membuat pektin. Karena diketahui manfaat dari pektin tersebut sangat penting bagi kesehatan tubuh maupun bagi industri produk makanan. [AS]