Tunjangan Tersendat, Guru MI Mengadu ke Dewan Gresik

0
312 views
Puluhan guru MI di Gresik mengadu ke Dewan Gresik terkait dan TPG yang tak kunjung cair. (Foto: Zr)
Puluhan guru MI di Gresik mengadu ke Dewan Gresik terkait dan TPG yang tak kunjung cair. (Foto: Zr)

BeritaGresik.com – Puluhan guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang sudah mendapatkan sertifikat dari program pemerintah pusat mendatangi Kantor DPRD Gresik. Mereka mengadukaan dana tunjangan profesi guru (TPG) yang hingga kini tak kunjung cair.

Kedatangan guru MI yang didampingi PC Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Gresik diterima Komisi D DPRD Gresik. Tanpak hadir di kesempatan itu Ketua Komisi D Muntarifi beserta Kasie Kantor Departemen Agama Gresik, M.Nashim.

Dalam pertemuan itu, guru mengeluhkan TPG atau tunjangan intensif MI yang tidak cair selama kurun semester kedua 2016. Jumlahnya relatif banyak, yakni sekitar 211 orang. Rata-rata mereka mendapatkan dana TPG sebesar Rp1,5 juta perbulan.

“Biasanya lancar saja. Tapi sekarang sejak perubahan kurikulum, jadi tidak cair. Hal ini jelas merugikan kami,” kata M Jaelani, guru MI dari Kecamatan Driyorejo, Senin (05/12/2016).

Sementara mantan anggota DPRD Gresik Amin Syam mengatakan, ratusan huru MI yang dana tunjungannya tidak turun sejak semester kedua 2016 terdiri atas sejumlah guru yang mengajar mata pelajaran umum.

Menurut dia, tersendatnya dana TPG itu disebabkan adanya perubahan kebijakan dari pusat, yang menyatakan bahwa guru setingkat MI yang tunjangannya dapat dicairkan yakni guru kelas dan guru agama.

“Kami mohon kepada Komisi D untuk dapat membantu kami mencarikan solusi. Karena kami sudah berkali-kali mengeluhkan hal ini tetapi tidak pernah direspon,” kata Amin Syam.

Sementara itu, Anggota Komisi D Khoirul Huda menyarankan kepada Mapenda Gresik untuk berkonsultasi ke Kementerian Agama di Jakarta untuk memperjelas aturan yang ada. “Jalan satu-satunya harus konsultasi ke Jakarta,” ucapnya. (zr)