AMP Extension page

Wabup Qosim Tekankan Pentingnya Profesionalisme Guru di Gresik

Bimbingan Teknis (Bimtek) Penilian Angka Kredit (PAK) jabatan fungsional guru di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gresik, Senin (3/9/2018). (Foto: BG/As)

BeritaGresik.com – Wakil Bupati Gresik Mohammad Qosim berharap kepada para guru di Gresik agar memberikan nilai lebih dalam pembelajaran kepada murid. Mantan Guru dan Kepala Sekolah ini juga menekankan agar guru lebih kreatif dalam proses belajar mengajar.

“Metode pengajaran itu penting, tapi yang lebih penting adalah tingkat kehadiran guru dalam mendampingi murid saat di kelas. Metode pembelajaran harus selalu di update sesuai perkembangan,” ujar Qosim

Penekanan itu disampaikan Wabup Qosim saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Penilian Angka Kredit (PAK) jabatan fungsional guru di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gresik, Senin (3/9/2018).

Kegiatan yang diselenggarakan di Ruang Mandala Bakti Praja Kantor Bupati Gresik ini diikuti sebanyak 220 Kepala sekolah dari seluruh SMP Negeri dan Sekolah Dasar Negeri se Kabupaten Gresik. Mereka terbagi dalam dua gelombang, masing-masing diikuti 110 orang.

Qosim menambahkan, sesuai arahan Bupati Sambari yang disampaikan kepadanya, bahwa seorang guru harus profesional. Dan yang lebih penting yaitu guru harus kreatif dan terampil serta bisa menyatu dengan para anak didik.

“Kita semua ASN di Kabupaten Gresik dituntut untuk selalu profesional, terukur dan dan memiliki budaya kerja yang akuntabel. Anda sebagai Guru mengimplementasikan keinginan Bupati dan tujuan Pemkab Gresik. Selanjutnya profesionalisme tersebut anda konfersi menjadi angka kredit,” tandasnya.

Sementara Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Gresik Nadhif mengatakan, Bimtek PAK ini untuk memberikan pemahaman kepada seluruh kepala sekolah yang selanjutnya disampaikan kepada para guru di sekolah masing-masing.

“Ada beberapa hal yang baru yang perlu pemahaman dalam membuat PAK. Hal ini untuk memudahkan para guru dalam penyusunan PAK. Disini kita menyamakan sudut pandang antara kebijakan pemerintah dengan kegiatan belajar mengajar yang berlaku saat ini,” kata Nadhif. (as)

No Response