Desa di Gresik Ini Terapkan Jam Belajar dan Larangan Nonton TV

0
4,221 views
Bupati Gresik Sambari Halim Radianto saat menghadiri pencanangan desa berwawasan pendidikan
Bupati Gresik Sambari Halim Radianto saat mencanangkan desa Lowayu sebagai desa berwawasan pendidikan, Kamis (3/3/2016). (Foto: GresikKab)

BeritaGresik.com – Desa Lowayu, Kecamatan Dukun, Gresik dicanangkan sebagai desa berwawasan pendidikan. Di desa ini berlaku jam belajar mulai pukul 18.00-20.00 Wib. Selama itu pula warga setempat dilarang menonton televisi (TV).

Pencanangan dilakukan Bupati Gresik Sambari Halim Radianto di Balai Desa Lowayu pada Kamis (3/3/2016). Bupati menyebut pencanangan itu sebagai upaya Pemerintah Kabupaten Gresik dalam mendukung program pendidikan.

“Selama ini seakan pendidikan hanyalah tugas lembaga dan pemerintah. Dengan program ini, maka masyarakat harus turut yang dimulai dari orang tua dan keluarga serta tanggung jawab orang lain di sekitarnya” kata Sambari.

Dengan dicanangkannya Desa Lowayu sebagai desa berwawasan pendidikan, maka masyarakat setempat wajib bertanggung jawab terhadap prestasi anak di bidang pendidikan.

Salah satu bentuk tanggung jawab itu adalah masyarakat ikut menciptakan suasana kondusif terkait pemberlakuan jam belajar. Mulai pukul 18.00-20.00 Wib. dilarang menghidupkan televisi. “Hal ini juga harus didukung oleh semua warga desa disini” ucap Sabari.

Menurut dia, program desa berwawasan pendidikan ini juga dapat mencegah masuknya hal-hal yang tidak diinginkan misalnya narkoba dan miras, serta kenakalan remaja.

“Kita tahu saat ini narkoba sudah sangat mengkhawatirkan. Mulai dari lembaga pendidikan sampai pondok pesantren tak luput dari bahaya narkoba ini. Kita berharap program ini bisa menyelamatkan generasi kita,” ujarnya.

Ketua Dewan Pendidikan Ali Affandi berharap agar program desa berwawasan pendidikan didukung oleh seluruh masyarakat desa Lowayu.

Selain melarang watga menghidupkan televisi. Masyarakat juga harus melarang pelajar keluyuran dan kongkow di warung pada jam belajar. ”Keluarga, tetanggga dan masyarakat sekitar harus mau melarang atau menegur,” kata Ali. (wan)