Sambut Tahun Baru Islam, PPP Santuni Anak Yatim

0
39 views
PPP gelar doa bersama dan santuni anak yatim. (Foto: BG/As)

JAKARTA – Menyambut tahun baru Islam 2017 atau 1 Muharam 1439 Hijriyah, Fraksi PPP MPR-RI menggelar doa bersama dan santunan kepada anak yatim di Gedung Nusantara IV kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (20/9/2017).

Kegiatan ini merupakan bagian dari syiar dan dakwah sekaligus memaknai pergantian tahun dalam kalender Islam yang penuh dengan makna dan pesan-pesan penting bagi umat Islam dan bangsa Indonesia pada umumnya.

Hadir dalam acara ini Sekjen DPP PPP Arsul Sani, Ketua Fraksi PPP MPR Arwani Thomafi, Sekretaris Fraksi PPP MPR Fadly Nursal, para Hafidz al Quran (penghafal alquran) dari PTIQ Jakarta dan Alumni Madrasah Huffadz Al Munawwir Krapyak Yogyakarta, serta anak yatim dari Jakarta.

Ketua Fraksi PPP MPR Arwani Thomafi dalam acara peringatan tahun baru Islam dan doa bersama. (Foto: BG/As)

Rangkaian peringatan tahun baru Islam diawali dengan pembacaan ayat suci alquran oleh para hafidz. Dilanjutkan pemberian santunan kepada sejumlah anak yatim sebagai bentuk perhatian dan kepedulian PPP kepada anak yatim sebagaimana dianjurkan dalam ajaran Islam.

Ketua Fraksi PPP MPR-RI, Arwani Thomafi dalam sambutannya menekankan pentingnya makna peringatan tahun baru Islam, baik dalam konteks keumatan maupun kebangsaan. Bagi umat Islam, tahun baru Islam selalu dikaitkan dengan peristiwa simbolik hijrahnya Nabi Muhamad SAW dari Kota Makkah ke Kota Madinah.

Sementara bagi Fraksi PPP MPR-RI, kata Arwani, peringatan ini sangat penting sebagai sarana mengajak seluruh jajaran dan para fungsionaris serta kader partai untuk mengambil semangat hijrah, sebagai modal spiritual untuk menjawab tantangan dalam menunaikan tugas-tugas demi tercapainya kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

“Pertama, tentu kita harus melakukan refleksi atas perjalanan selama setahun apakah sudah mampu memenuhi tugas keumatan dan kebangsaan. Dengan begitu, kita dapat mengetahui berbagai kekurangan yang perlu diperbaiki dan capaian keberhasilan yang harus ditingkatkan di masa mendatang,” kata Arwani.

Pemberian santunan kepada anak yatim. (Foto: BG/As)

Kedua, dalam upaya memperkuat konsolidasi partai, makna hijrah juga memberikan pesan untuk meningkatkan soliditas dan sinergitas agar partai semakin berkembang dan mampu mengagregasikan kepentingan umat dan bangsa.

Ketiga, di tengah upaya pembangunan yang terus dilaksanakan pemerintah dan semua komponen bangsa, spirit hijrah dapat dijadikan sumber inspirasi dalam menyelesaikan berbagai problem kebangsaan. Terlebih peringatan tahun baru Islam kali ini berdekatan dengan peringatan peristiwa besar yaitu G30/SPKI, sejarah kelam bangsa Indonesia yang tidak boleh terulang lagi.

“Karena itu, sangat tepat jika momentum ini juga dijadikan sebagai upaya membangun persatuan dan kesatuan bangsa,” jelasnya.

Keempat, pesan tahun baru Islam juga penuh dengan semangat kepedulian kepada saudara-saudara kita umat Islam yang tengah menghadapi ancaman dan kesulitan di berbagai negara. Seperti Muslim Rohingya di Rakhine State, Myanmar, yang saat ini mengalami tindak kekerasan, pengusiran dan genocida.

“Kita harus membantu dan mendoakan agar mereka diberikan kekuatan dan segara terbebas dari penderitaan,” ucapnya.

Wakil Ketua Umum DPP PPP itu menambahkan, peringatan tahun baru Islam juga harus menumbuhkan harapan dan optimisme bahwa ke depan guna mencapai kondisi yang lebih baik.

“Tentu harus disertai dengan kerja keras dalam menjalankan program dan tujuan-tujuan yang telah kita tetapkan. Semoga Allah SWT memberikan kita kekuatan dan merdhoi ihktiar kita semua demi kemajuan bangsa dan umat,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekjen DPP PPP Arsul Sani mengajak kepada seluruh anggota Fraksi PPP MPR RI untuk menjadikan tahun baru Islam sebagai momentum memperbaiki kinerja. Dengan begitu, PPP mendapat kepercayaan lebih dari rakyat.

Ia juga mengingatkan kepada seluruh jajaran Faraksi PPP dan seluruh pengurus DPP PPP bahwa saat ini partainya tengah melakukan konsolidasi pengurus hingga ke tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC) guna memenuhi persyaratan sebagai peserta Pemilu 2019.

“Kita sudah memasang target pada 30 September semua konsolidasi kepengurusan di semua provinsi, kabupaten/kota dan kecamatan sudah selesai semua,” pungkasnya. (as)