Ketika Jokowi Mengaku Dikomplain Soal Raisa

0
14 views
Presiden Jokowi saat memberikan Orasi Ilmiah pada Upacara Dies Natalis ke-60 (1957-207) Unpad, di Grha Sanusi Hardjadinata, Bandung Jawa Barat, Senin (11/9/2017. (Foto: Setkab/Oji)

BeritaGresik.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, bahwa hampir negara-negara yang ada saat ini masih bisa mengendalikan media mainstream. Tapi, hampir semua negara tidak bisa mengendalikan media sosial (medsos)

“Media mainstream bisa dikendalikan, tapi media sosial, tidak bisa. Kalau dia punya platform sendiri, iya mungkin bisa, tapi hampir semua negara tidak bisa mengendalikan ini,” kata Jokowi saat memberikan orasi ilmiah di kampus Unpad, Bandung, Jawa Barat, Senin (11/9/2017).

Jokowi mengaku banyak kepala negara yang menanyakan kepada dirinya terkait kebebasan di media sosial, sehingga semua orang dapat nyampaikan secara terbuka apa adanya di media sosial,

“Semua menanyakan kepada saya. Yang deket-deket saja, Singapura, Malaysia, yang agak jauh, Iran, Presiden Ghani menyampaikan kepada saya. Saya juga kaget media sosial begitu sangat terbukanya dan semua nyampaikan secara terbuka apa adanya di media sosial,” ucapnya.

Menurut Jokowi, konten-konten negatif di media sosial tersebut yang harus diantisipasi, yakni berkaitan dengan fitnah, mencela, menjelekkan, menyalahkan dan penyebatan berita bohong. “Inilah yang harus dihentikan,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu juga, Jokowi mengaku pernah dikomplain mengenai artis Raisa. “Pak Presiden ini satu lagi aset Indonesia lepas ke tangan asing, karena ternyata suaminya orang Australia,” ucapnya.

Itu belum dijawab, terang Presiden, sudah muncul lagi komplain ataa dirinya. “Pak ini satu lagi Pak aset Indonesia lari ke tangan asing. Siapa lagi ini? Itu Pak, Claudia Cyntia Bella dinikahi orang Malaysia,” ujarnya

Menurut Jokowi, pernyataan itu dulu tidak pernah disampaikan langsung kepad Presiden. Namun, kini melaui media sosial semua bisa disampaikan langsung ke pemerintah.

“Inilah keterbukaan yang kita hadapi dan kita semuanya harus siap,” tuturnya. (as)