Tingkat Kecelakaan Lalu Lintas di Gresik Menurun Pada 2015

0
970 views
Kapolres Gresik AKBP Ady Wibowo saat persentasi tingkat kecelakaan lalu lintas di Gresik srpanjang 2015 di Aula Polres Gresik, Rabu (30/12/2015). (Foto: BG/Wan)
Kapolres Gresik AKBP Ady Wibowo saat persentasi tingkat kecelakaan lalu lintas di Gresik sepanjang 2015 di Aula Polres Gresik, Rabu (30/12/2015). (Foto: BG/Wan)

BeritaGresik.com – Polres Gresik tanpaknya harus bekerja lebih ekstra dalam menurunkan tingkat kecelakan di jalan raya. Sebab tingkat kecelakaan lalu lintas (laka lantas) sepanjang 2015 masih terbilang tinggi.

Meski dalam capaian kinerja terlihat adanya penurunan, namun belum begitu signifikan. Hak itu diketahui betdasarkan hasil analisa dan evaluasi yang dilakukan oleh internal kepolisian Resort Gresik pada Rabu (30/12/2015).

Dari hasil analisa dan evaluasi tersebut terlihat jumlah penurunan laka lantas dari 2014 ke 2015 hanya sekitar 9 persen. Data statistik 2014, jumlah kecelakaan sebanyak 533 kejadian dengan status 193 orang meninggal dunia. Sebanyak 0 berstatus luka berat dan 682 luka ringan.

Sedangkan pada 2015, jumlah kasus kecelakaan menurun, yakni sebanyak 485 kejadian, dengan angka meninggal dunia 175 orang, luka berat lima orang dan luka ringan 604 orang. Tingkat kerugian material sebesar Rp 1.183.000.000 pada 2014 dan Rp 734.250.000 di tahun 2015.

“Untuk tingkat kejadian laka Polantas Polres Gresik menekan angka sebesar 9 persen dalam setahun ini. Sedangkan untuk kerugian material minus Rp 447.550.000 atau 37,8 persen,” papar Kapolres Gresik AKBP Ady Wibowo di depan para perwira bersama wartawan di Aula Polres Gresik.

Data Laka Lantas tahun 2014 dan 2015. (Foto: BG/Wan)
Data Laka Lantas tahun 2014 dan 2015. (Foto: BG/Wan)

Kanitlaka Satlantas Polres Gresik IPDA Jumingan mengatakan, target laka dalam bulan oktober 2015 dibanding bulan November 2015 mengalami peningkatan jumlah laka lantas dari 50 kasus menjadi 54 kasus atau naik sebesar 8 persen.

Secara kuantitas korban laka lantas yaitu koban meninggal dunia mengalami penurunan, sedangkan korban luka berat dan luka ringan mengalami peningkatan. Anatomi November 2015.

AKBP Ady Wibowo menambahkan faktor penyebab laka lantas di dominasi oleh kelengahan dan kelalaian pengemudi kendaraan bermotor tidak tertib saat berlalu lintas.

Upaya yang sudah dilakukan selalu updating blacksport, kemudian mengarahkan dan meningkatkan giat Patrol pada jam-jam rawan laka serta giat 21 pada jalur rawan laka.

Giat cegah laka lantas dan sosialisasinya yang tepat tentang cara mendahului, cara membelok, berhenti, maupun batas kecepatan pada usia muda, karyawan pabrik atau perusahaan. Dakgar dengan tilang kepada pelanggaran yang potensi laka. (wan)