Keluarga Mantan Kadinkes Gresik Serahkan Uang Rp500 Juta ke Kejaksaan

Keluarga terdakwa kasus korupsi dana kapitasi BPJS Nurul Dholam menyerahkan uang titipan pengganti kerugian negara ke Kejari Gresik. (Foto: BG/As)

BeritaGresik.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik menerima uang titipan pengganti kerugian negara sebesar Rp500 juta dari terdakwa kasus korupsi pemotongan dana kapitasi BPJS, mantan Kepala Dinkes Gresik, Nurul Dholam.

Uang tersebut dibawa istri terdakwa didampingi kuasa hukumnya Adi Sutrisno. Uang 60 bendel pecahan 50.000 dan 100.000 langsung diserahkan di ruang Aula Kejari Gresik,” Selasa (30/10/2018).

Uang titipan pengganti kerugian negara itu langsung diterima Kajari Gresik, Pandoe Pramoekartika, Kasi Pidsus Andrie Dwi Subianto, Kasi Intel R. Bayu Probo Sutopo, serta Jaksa Pidsus yang menangani perkara ini.

Tidak hanya itu, Kejari Gresik juga mendatangkan Bank Mandiri untuk melakukan penghitungan uang titipan itu. Kemudia, uang lansung dimasukkan ke rekening penitipan kerugian negara.

Kajari Gresik Pandoe Pramoekartika dalam jumpa pers menyatakan, bahwa pada hari ini ada penitipan uang kerugian negara dari terdakwa Nurul Dholam secara dicicil.

“Sementara ada titipan uang sebesar Rp 500 juta. Tidak menutup kemungkinan sisanya akan dikembalikan dengan segera,” kata Kajari.

Masih menurutnya, total kerugian potongan dana kapitasi yang dikorupsi terdakwa sebesar Rp2,451 miliar. Dengan adanya penitipan uang jaminan ini, maka ada upaya itikad baik dari terdakwa yang nantinya akan menjadi pertimbangan dalam melakukan penuntutan.

“Perkara kasus dugaaan tindak pidana korupsi pemotongan 10 persen dana kapitasi BPJS Kesehatan yang dilakukan oleh mantan Kadinkes Gresik ini sudah dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Surabaya. Tanggal 06 Nopember 2018 ditetapkan sidang perdana,” tegasnya.

Terpisah, kuasa hukum terdakwa M Nurul Dholam, Adi Sutrisno mengatakan penitipan uang pengganti ini dilakukan karena ada itikad baik dari klienya.

“Klien kami akan mengembalikan semua kerugian, tapi dengan cara di cicil. Insya Alllah minggu depan, kami akan menitipkan kembali sisanya ke Kejari Gresik. Hal tersebut dilakukan agar Kejaksaan bisa mempertimbangkan keringangan dalam penuntutan,” tutur Adi. (as)

No Response