3 Warga Segoramdu Gresik Terkapar Usai Duel Lawan Maling

0
897 views

BeritaGresik.com – Tiga orang warga Jalan Veteran Gresik, Syaiful Arif (33), Misbahul Huda (39), dan Misbah (42) yang indekost di rumah milik Martilan (60), warga Jalan Veteran 2016 Gresik terkapar saat duel melawan maling.

Ketiga korban itu tak berdaya terkena sabetan senjata tajam (sajam) saat memergoki maling yang mencuri ponsel, tablet, dan uang sebesar Rp 500 ribu di tempat kost milik Martilan. Demikian seprti dikutip beritajatim.com pada Minggu (30/8).

Akibat terkena sajam, ketiganya mengalami luka cukup serius. Syaful Arif luka robek di paha kiri dan Misbahul Huda mengalami luka tusukan di perut. Keduanya dilakukan tindakan operasi di Rumah Sakit Semen Gresik (RSSG). Lalu Misbah, 42, warga asal Bandung luka robek di betis kiri.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di TKP, kejadian itu bermula saat korban Syaiful Arif yang juga security PT Barata Indonesia (Persero) duduk di warung kopi bersama rekannya. Saat itu, dia tiba-tiba curiga melihat warga tidak dikenal (pelaku) sedang duduk di depan rumah kost milik Martilan.

Tidak lama kemudian, Syaiful Arif masuk ke rumah. Pada saat akan masuk rumah, pelaku malah menuruni tangga rumah kost dengan membawa ponsel dan tablet. Saat ditanya korban, pelaku malah menjawabnya mencla-mencle. Bahkan, pelaku mengaku tidak mengambil barang milik korban.

“Sebelum ada pertengkaran sempat ada cekcok. Malahan pelaku mengeluarkan sajam dan disabetkan ke korban. Sehingga, korban Syaiful Arif yang sempat duel perutnya terkena sabetan sajam pelaku,” kata saksi mata yang juga Sekretaris Desa Segoromadu, Irwan Hadi, Minggu (30/8).

Saat duel itulah, korban Syaiful kena sabet sajam di paha kiri dan berteriak maling. Teriakan itu terdengar korban Misbach Huda yang ada di lantai dua. Misbach turun membantu dan berhasil memukul punggung pelaku dengan pavingstone. Namun, dibales dengan sabetan sajam yang melukai betis kanan.

Melihat kedua korban terkapar, giliran Misbahul Huda memberikan pertolongan. Lagi-lagi saat duel dengan pelaku, korban Misbahul Huda terkenal tusukan di perut.

Mendapati ketiga lawanya terkapar bersimbah darah, pelaku yang berlogat Madura berjalan kaki melenggang santai ke Pos Polisi Nippont Pain. Bahkan, puluhan warga yang melihat tidak kuasa berusaha mencegahnya.

Pelaku melarikan diri, warga memberikan pertolongan ke para korban dengan dilarikan ke IGD RSSG. Dua korban Syaiful dan Misbahul Huda dilakukan tindakan operasi. Sedangkan korban Misbach diperbolehkan pulang, karena lukanya tidak terlalu serius.

Misbach mengaku, pelaku memang masuk ke kamar kosnya mengambil HP Evercross, dompet berisi surat berharga dan uang Rp 500 ribu serta tablet merek HP. Namun, tabletnya berhasil diambil kembali karena pelaku sempat membuang ke jalan.

“Saya sempat melihat wajah pelaku orangnya gemuk dengan logat Madura. Andai saya bertemu dengan orangnya pasti tahu dan kenal. Bahkan, pelaku mencegat taksi namun pengemudinya balik kanan, termasuk pengendara sepeda motor yang melintas di Jalan Veteran Gresik,” papar karyawan PT Behaestex ini.

Kasatreskrim Polres Gresik, AKP Iwan Hari Poerwanto mengatakan, pihaknya tidak memahami perkara tersebut. Karena semua perkara ditangani Polsek Kebomas. Namun, Kapolsek Kebomas Kompol Gaguk Sulistyahadi belum bisa dikonfirmasi sampai sekarang. [beritajatim/zr]