Polres Gresik Ungkap Kasus Kekerasan Pada Anak

0
1,573 views

BeritaGresik.com – Kepolisian Resort Gresik berhasil mengungkap kasus penganiayaan seorang ibu rumah  tangga kepada anak keponakannya, Alifah (6) tahun. Siti Masturah Ulfa (40) warga Sumput Asri, dusun Sumput kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik harus berurusan dengan pihak berwajib. Dengan alasan ‘khilaf’ ibu dua anak ini menganiaya keponakannya berkali-kali hingga lebam dan memar.

Aksi penganiayaa ini dibongkar setelah menerima pengaduan dari pihak sekolah si korban. Saat didatangi polisi, korban dalam keadaan lebam dan wajah memar di dalam rumahnya. Tidak hanya di bagian wajah, sejumlah luka lecet dan luka memar di tubuh korban juga terlihat. “Saya khilaf, saya khilaf,” ucap Siti Mastura yang juga mempunyai dua anak saat ditanya petugas berkali-kali, Kamis (30/07).

Diungkapkan Kapolres Gresik, menurut pengakuan tersangka yang merupakan Bibi dari anak korban, kasus ini bermula dari kekesalan tersangka. Alifah yang yang masih duduk di bangku Taman Kanak-Kanak memakai kutek milik tersangka. Melihat keponakannya itu, tersangka menghapus kutek pada kuku Alifah dengan sebongkah batu apung. Tidak hanya itu, tersangka juga sering memukul dan hanya memberi makan sekali dalam sehari.

Dengan modus operandi, bahwa tersangka melakukan penganiayaan terhadap korban Alifah dengan cara menonjok wajah hingga mengenai mata anak korban. Tidak hanya itu, wanita yang sedang hamil empat bulan juga mencakar dan mencubit badan anak korban serta memukul menggunakan sabuk.

“Dari Keterangan yang kita peroleh selama ini aksi penganiayaan si Bibi ini sudah sering dialami korban. Aksi penganiayaan itu biasa dilakukan kepada korban sangat sering. Hingga si anak korban sepertinya sudah kebal,” tambah AKBP Ady Wibowo.

Ditambahkan Kapolres Gresik, Alifah diasuh oleh Bibinya dikarenakan ditinggal Ibu kandungnya meninggal dunia. Sedangkan Ayah Alifah merantau ke pulau seberang yang diketahui sudah menikah lagi. Alifah sendiri dirawat serumah dengan Bibinya dengan harapan bisa mengasuh Alifah. kejadian tersebut masih belum diketahui oleh Paman anak korban karena masih berlayar dan jarang sekali pulang.

Dengan kasus ini, Siti Masturah Ulfah dijerat pasal 80 ayat 2 Undang-Undang nomer 35 tahun 2014. Tentang perubahan atas undang-undang nomer 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak. “Penganiayaan terhadap anak hingga mengakibatkan luka berat, ancaman hukuman nya 5 tahun penjara dan denda paling banyak seratus juta rupiah,” pungkas nya.

Polisi juga berhasil mengamankan beberapa alat untuk menganiaya korban. Diantaranya sabuk warna hitam, bedak dan alat bedak, batu apung, trombopop (obat luka lebam) serta botol kispay. Lewat Petugas Perlindungan Anak (PPA) Polres Gresik, kasus ini akan dikembangkan dengan melakukan pemberkasan dan mengajukan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). [wan]