Pemerintah Tindak Tegas Penyebar Informasi Sesat di Medsos

0
150 views
Menko Polhukam Wiranto memberikan keterangan pers usai ratas, di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (29/12) sore.

BeritaGresik.com – Pemerintah akan menindak tegas pengunggah atau penyebar informasi yang menjurus pada provokasi, agitasi, propaganda, menyesatkan, pengelabuan, kebohongan, serta ujaran kebencian di media sosial (medsos).

Pernyataan itu disampaikan oleh Menko Polhukam Wiranto kepada wartawan usai menggelar rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (29/12/2016) petang.

“Ini bukan tindakan sewenang-wenang. Tapi keras seperti ini, tegas seperti ini, demi kemaslahatan kita bersama agar masyarakat lebih tentram, lebih tenang, lebih damai, sehingga kita dapat melakukan satu pembangunan yang bermanfaat untuk banyak orang,” kata Wiranto.

Tindakan tegas pemerintah itu mengacu pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang telah direvisi menjadi Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016,.

Menko Polhukam memperingatkan kepada para pembuat berita-berita yang menyesatkan itu supaya menghentikan aksinya. Ia menegaskan, kritik boleh tetapi hentikan cara-cara yang tidak tepat.

Dia juga menekankan agar cara-cara yang dapat membangkitkan sikap intoleransi, radikalisme, sert mendorong terjadinya terorisme harus segera dihentikan.

“Nyata-nyata ke tiga hal itu, terorisme, radikalisme, intoleran sangat merugikan persatuan kita, merugikan kepentingan bangsa, merugikan pembangunan nasional, merugikan kebersamaan kita sebagai bangsa,” tegas Wiranto.

Karena itu, Menko Polhukam berharap masyarakat lebih selektif dan objektif untuk menyisir berita-berita yang benar dan tidak benar atau berita-berita yang sehat maupun yang tidak sehat.

“Kepada masyarakat kita harapkan supaya lebih waspada terhadap upaya-upaya yang berupa provokasi, agitasi, dan propaganda dari pihak-pihak lain yang ingin membangun pemahaman yang berbeda terhadap pemerintah,” pungkasnya. (zr)