Duh, Banyak Anak di Gresik Terlibat Kasus Pidana

0
596 views
Ilustrasi ketuk palu hakim.
Ilustrasi ketuk palu hakim.

BeritaGresik.com – Pelaku kejahatan dan perjudian di Kabupaten Gresik tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa. Kasus tindak pidana itu belakangan ini sudah mulai melibatkan anak-anak.

Hal ini terlihat dari putusan Pengadilan Negeri (PN) Gresik. Dalam satu hari kemarin, Rabu (28/9/2016), PN Gresik mutuskan tiga anak berhadapan dengan hukum (ABH). Mereka terlibat kasus perjudian dan kasus pencurian motor.

Terlibat Judi

Terdakwa EPH (17) misalnya, warga Banjarsari, Cerme ini divonis hukuman selama 1 bulan 3 hari karena ikut judi online dengan orang dewasa di tempat Palysation, Jl KH Syafii, Desa Dahanrejo, Kebomas, Gresik pada Agustus 2016.

Usai dibacakan putusan hukuman, EPH langsung bebas pada hari itu juga, sebab hukuman tersebut dikurangi masa tahanannya sejak ditangkap anggota Polres Gresik.

“EPH langsung bebas hari ini. Sebab putusan hakim tunggal Fitria Ade Maya, menghukum EPH dengan hukuman satu bulan, 3 hari. Hakim juga meminta EPH dibebaskan sebab masa tahanan sudah selesai,” kata Rizal Hariyadi, penasihat hukum terdakwa, Selasa (27/9/2016).

Menurut Rizal, faktor yang meringankan hukuman kliennya adalah masih usia sekolah. Selain itu terdakwa juga telah menyesali perbuatannya.

Selain EPH, kasus ini juga menjerat orang dewasa dengan berkas terpisah, sehingga hakim menyatakan bersalah karena melanggar Pasal 303 ayat (1) ke 2 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

“Saya hanya iseng ikut gabung dengan orang-orang dewasa untuk main game playstation. Tiba–tiba ditangkap anggota Polres Gresik. Sekarang ya menyesal dan akan kembali berbakti kepada orang tua,” kata EPH dari balik tahanan PN Gresik.

Kasus Ranmor

Sedangkan, kasus pencurian motor Mio S 5745 Kl, di tempat kos di Jl Veteran pada April 2016 ini melibatkan dua ABH yaitu MIK (14), warga Perumahan Gria Suci Permai, Desa Suci, Manyar. Lalu, VTNP (16), warga Sidomoro, Kebomas, Gresik.

Keduanya masih duduk dibangku SMP Negeri dan Swasta di Kota Gresik. Kedua ABH ini dituntut selama satu bulan penjara oleh JPU Mansur. Tapi, ia fijatuhi hukuman selama 6 bulan dalam pengawasan kejaksaan.

“Selama ini kedua anak ini menjalani tahanan kota, sehingga bisa melaksanakan kegiatan sekolah. Hakim tetap menyatakan bersalah terhadap kedua anak tersebut,” ujar kuasa hukum terdakwa Rizal Hariyadi. (lest/as)