Peras Pengusaha, 3 Wartawan Ditangkap Polres Gresik

0
454 views

BeritaGresik.com – Tiga Wartawan di Gresik Diringkus Karena kasus pemerasan. Ketiganya mengaku berprofesi sebagai wartawan ditangkap Satreskrim Polres Gresik karena diduga melakukan pemerasan terhadap pelaku usaha jasa tenaga kerja atau outsourcing.

Mereka yang ditangkap di antaranya JF (55), warga Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Gresik, dan FM (40), warga Jalan Kapas Madya IIIB, Kelurahan Gading, Surabaya, keduanya mengaku wartawan media online, dan DM (50), asal Surabaya.

Penangkapan ketiga pelaku itu bermula adanya laporan dari korban pemerasan, Anang Hadi (38), warga Jalan Wahidin Sudirohusodo Gresik yang diperas oleh kedua pelaku yakni JF dan FM. Pada waktu itu, korban yang diberitakan di salah satu media online diduga melakukan perselingkuhan.

Karena berita tersebut informasinya tidak benar. Korban meminta kepada salah satu temannya untuk dipertemukan dengan JF dan FM. Setelah ada kesepakatan pertemuan melalui pelaku lainnya DM. Korban dipertemukan di Pelabuhan Gresik.

Saat bertemu, terjadilah dialog dan informasinya FM meminta uang kepada korban untuk media onlinenya sebesar Rp 20 juta. Tetapi, korban hanya sanggup memberi uang Rp 3 juta. Karena tidak ada kesepakatan, korban meminta waktu kepada pelaku.

Korban melalui pelaku DM, akhirnya melakukan pertemuan lagi dan disepakati bertemu di restoran Mc Donald Gresik. Dalam pertemuan itu, yang datang hanya JF.

Oleh korban uang diserahkan ke DM kemudian diberikan ke JF, lalu dimasukkan ke dalam tas. Tidak lama kemudian, sejumlah anggota buser Satreskrim yang telah berada di restoran Mc Donald langsung mengamankan JF, dan DM digelandang ke Mapolres Gresik beserta barang bukti uang Rp 20 juta.

Dihadapan penyidik, kedua pelaku JF dan DM mengaku disuruh FM dan polisi pun menangkap FM. Kapolres Gresik AKBP Ady Wibowo membenarkan telah mengamankan tiga oknum yang mengaku sebagai wartawan.

“Memang benar, dua pelaku yakni JF dan DM telah menjalani pemeriksaan sebelum akhirnya dijebloskan ke penjara. Sedangkan FM wajib lapor setelah menjalani pemeriksaan,” ujarnya.

Lebih lanjut AKBP Ady Wibowo mengatakan, terkait dengan kasus pemerasan itu sampai saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman. “Unit Tipiter Satreskrim sampai sekarang masih melakukan pendalaman dan berusaha mengembangkan kasus ini,” pungkasnya.kepada BeritaGresik.com (wan).