Pimpinan KPK Hubungi Kapolri, AS Urung Ditahan

0
298 views

JAKARTA, BeritaGresik.com – Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah berkomunikasi dengan Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti terkait pembatalan penahanan Ketua KPK non-aktif Abraham Samad oleh penyidik Polda Sulawesi Selatan dan Barat.

“Pimpinan KPK sudah berkomunikasi dengan Kapolri agar dapat menfasilitasi Kapolda Sulselbar, sekiranya tidak dilakukan penahanan terhadap Pak AS (Abraham Samad) dengan mempertimbangkan beberapa hal,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Pimpinan KPK Indriyanto Seno Adji di Jakarta, Rabu (29/4).

Pada Selasa (28/4), penyidik Polda Sulselbar mengeluarkan surat perintah penahanan terhadap Abraham Samad setelah sekitar tujuh jam menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemalsuan dokumen administrasi kependudukan Feriyani Lim pada tahun 2007.

Penahanan itu menurut Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulselbar, Kombes Pol Joko Hartanto dilakukan berdasarkan pertimbangan subjektif dan objektif. Pertimbangan subjektifnya, Abraham dikhawatirkan melarikan diri, mengulangi kembali tindak pidananya dan merusak barang bukti.

Sedangkan pertimbangan objektifnya adalah ancaman pidana penjara terhadap Abraham di atas lima tahun. Namun Abraham dan tim pengacaranya menolak menandatangani berita acara penahanan tersebut.

Pengacara Abraham, Kadir Wakonubun mengatakan penahanan kliennya tidak bisa dilakukan begitu saja mengingat ada prosedur hukum yang berlaku padahal sebelumnya pihak kepolisian berjanji tidak akan melakukan penahanan.

Sedangkan menurut Indriyanto, Abraham tidak jadi ditahan demi membangun komunikasi Polri dan KPK. “Pertimbangannya antara lain untuk membangun komunikasi kelembagaan aparat penegak hukum antara KPK dengan Polri. Perkembangan akhir, Pak AS tidak dilakukan penahanan,” ungkap Indriyanto.

Menurut salah satu pengacara Abraham, Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti sendiri juga langsung menelepon Abraham, selain pimpinan KPK yang juga menelepon Abraham. Sementara itu, Plt Wakil Ketua KPK Johan Budi mengatakan bahwa Abraham Samad bersikap kooperatif sehingga tidak perlu ditahan.

“Kami memahami bahwa penyidik punya kewenangan melakukan penahanan terhadap seorang tersangka, namun sampai saat ini yang bersangkutan kooperatif dalam menjalani proses hukum. Kami akan mengirimkan surat permintaan penangguhan penahanan dengan jaminan lima Pimpinan KPK,” kata Johan. [ANT/AS]