Terdakwa Sandal Lafadz Allah Divonis 1,6 Tahun

0
936 views
Sidang vonis terdakwa kasus sandal lafafz Allah di PN Gresik, Senin (29/2/2016). (Foto: BG/Amn)
Sidang vonis terdakwa kasus sandal lafafz Allah di PN Gresik, Senin (29/2/2016). (Foto: BG/Amn)

BeritaGresik.com – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Gresik akhirnya menjatuhkan vonis hukuman penjara selama 1,6 tahun kepada terdakwa Nanang Kurniawan (49) dalam kasus pembuatan sandal bermotif lafadz Allah.

Warga Jl. Brigjend Katamso kelurahan Kedung Rejo kecamatan Waru, Sidoarjo itu terbukti bersalah melakukan tindak pidana penistaan agama. Karena itu, dia dijatuhi vonis 1,6 tahun penjara oleh majelis hakim yang diketuai Djuanto.

Vonis tersebut conform dengan tuntutan jaksa yang menuntut terdakwa dengan hukuman 18 bulan penjara atau 1 tahun 6 bulan. Dalam amar putusannya, Majelis menilai bahwa terdakwa terbukti melanggar pasal 156 huruf a KUHP.

“Menghukum terdakwa dengan hukuman penjara selama 1 tahun dan 6 bulan,” tegas Djuanto saat membacakan vonis dalam persidangan di PN Gresik, Senin (29/2/2016).

Majelis menilai, terdakwa sengaja mendesain alas sandal dengan kaligrafi surat Al-Fatikha yang diambil dari internet. Atas putusan itu, jaksa maupun terdakwa menyatakan pikir-pikir. “Kami memberikan waktu sampai 7 hari untuk pikir-pikir,” tegas Djuanto.

Sidang putusan yang di jaga ketat oleh puluhan anggota Polres Gresik itu juga di hadiri oleh 8 pentolan Front Pembela Islam (FPI) yang ikut memantau jalannya sidang. Mendengar vonis tersebut mereka menyatakan tidak terima atas vonis 18 bulan terhadap terdakwa.

Mereka meminta jaksa untuk melakukan banding agar perkara ini kembali di periksa di Pengadilan Tinggi. “Kami meminta Jaksa banding agar kami bisa mengawal perkara ini di pengadilan tinggi,” teriak salah satu anggota FPI.

Ketua Advokasi FPI Jatim, Andri Hermawan, mengatakan pihaknya tidak terima dengan putusan hanya 18 bulan conform dari tuntutan jaksa. “Kami akan mendesak kejaksaan negeri untuk melakukan banding. Kasus ini perkara penistaan Agama Islam,” kata Andri.

Menurut dia, dalam putusannya hakim telah mengatakan bahwa sandal dengan alas nama Allah yang sudah beredar di masyarakat sebanyak 77 ribu sandal. Karena itu, terdakwa seharusnya di hukum maksimal yakni selama 5 tahun.

Tidak puas dengan putusan hakim, massa FPI ngeluruk kantor Kejari Gresik, seperti halnya yang dilakukan saat usai sidang tuntutan minggu lalu. Mereka mendesak agar kejaksaan tidak main-main dengan kasus penistaan Agama Islam ini.

Tim advokasi FPI Jatim dan perwakilan anggota FPI di temui oleh Kasie Intel Kejari Gresik, Luthcas Rohman. Dalam pertemuan itu, FPI meminta ketegasan kejaksaan dalam menanggapi putusan hakim. Mereka meminta agar jaksa melakukan upaya banding.

Atas permintaan itu, Luthcas beranji akan melaporkannys krpada pimpinan. “Akan kami laporkan (kepada pimpinan) bagaimana petunjuk pimpinan karena kami memiliki jenjang untuk membuat keputusan,” pungkas Luthcas. (wan)