Lempar Botol ke Polisi, Warga Bawean Dituntut 10 Bulan Penjara

Terdakwa Mat Sholeh saat menjalani sidang pembacaan tuntutan di PN Gresik. (Foto: BG/As)

BeritaGresik.com – Diduga ikut terlibat kericuhan saat pertandingan sepak bola antar club tingkat kampung di Desa Tambak, terdakwa Mat Sholeh alias Sole (38), warga Dusun Tanjung Mulyo, Desa Dekat Agung, Sangkapura Bawean, Gresik, dituntut hukuman penjara 10 bulan.

Dalam tuntutannya, terdakwa dijerat pasal 2 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951. “Terdakwa tanpa hak menguasai, memiliki senjata penikam dan senjata penusuk. Menuntut terdakwa hukuman penjara selama 10 bulan,” tegas Jaksa Penuntut Umum Febrian Dirgantara saat membacakan tuntutan di PN Gresik, Rabu (28/11/2018).

Terdakwa tidak menyangka jika waktu terjadi kerusuhan sempat melempar botol kaca yang mengenai anggota polisi dari Polsek Tambak, Imam Subari. Alhasil, ketika diamankan, di dalam tas terdakwa diketahui terdapat pisau dapur, sehingga terdakwa diamankan.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu tanggal 4 Agustus 2018, sekitar pukul 16.00 Wib. Waktu itu, tengah berlangsung pertandingan sepakbola antar club di lapangan Desa Tambak.

Dalam pertandingan sepak bola itu, terjadi kericuhan yang disebabkan adanya pemain yang dilanggar oleh pemain lawan, dan terjadi aksi saling dorong di antara pemain. Kemudian, terdakwa melempar botol kaca yang mengenai, Imam Subari angota Polsek Tambak.

Sidang dengan majelis hakim yang diketuai Puti Gde Hariadi akhirnya ditunda minggu depan dengan agenda pembacaan putusan. (abr)

No Response