Realisasi Dana BOK Puskesmas Tambak Diduga Tak Jelas

0
797 views
Puskesmas Tambak Bawean Kabupaten Gresik. (Foto: BG/Abr)
Puskesmas Tambak Bawean Kabupaten Gresik. (Foto: BG/Abr)

BeritaGresik.com – Realisasi Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Puskesmas Kecamatan Tambak Kabupaten Gresik kini mulai dipertanyakan. Pasalnya, penggunaan dana kesehatan tahun 2016 itu diduga tidak jelas.

Bahkan, diduga telah terjadi penyimpangan terhadap dana kesehatan itu. Dugaan itu diperkuat dengan adanya sejumlah kegiatan puskesmas yang tidak sesuai Plan of Action (POA) BOK Puskesmas Tambak tahun 2016 senilai Rp 233 juta.

Demikian diungkapkan salah seorang petugas kesehatan Puskesmas Tambak yang tidak mau disebutkan namanya kepada beritagresik.com, Senin (28/11/2016).

Dia mencontohkan program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) yang meliputi pemantauan ibu hamil resiko tinggi, pemantauan kesehatan bayi, pemanataun kesehatan balita, kunjungan rumah bayi dan lainnya.

Menurut dia, anggaran kegiatan program KIA yang dananya mencapai puluhan juta rupiah tidak pernah diberikan, baik kepada petugas kesehatan yang bersangkutan maupun kepada sasaran kegiatan.

“Program KIA itu anggrannya berapa?, tidak ada satupun petugas yang menerima, padahal di POA BOK tahun 2016 semuanya sudah jelas kegiatannya apa dan anggarannya berapa,” terangnya.

Kepala Puskesmas Tambak dr Azizah enggan bercerita banyak terkait realisasi dana BOK Puskemas Tambak dengan alasan masih dalam perjalanan.

“Kalau mau minta keterangan itu nanti ya, saya masih di luar, nanti saja ya, okey, “tandasnya singkat saat dihubungi lewat telpon.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Gresik Muntarifi mengaku belum mengetahui secara rinci adanya dugaan penyimpangan dana BOK Puskesmas Tambak untuk tahun 2016.

Namun, politisi PPP asal Pulau Bawean itu berjanji akan menyampaikan kepada kepala dinas terkait. Jika benar ada dugaan penyimpangan, pihaknya meminta ketegasan kepala dinas kesehatan untuk melakuka pemantauan secara mendalam.

“Kalau memang ada temuan seperti itu, maka saya perlu konfirmasi kepada kepala dinas kesehatan dulu, agar kepala meminta keterangan kepada kepala Puskesmas Tambak, apakah itu benar atau tidak,” pungkasnya. (abr)