GP Ansor Gresik Polisikan Pemilik Akun Arik S. Wartono

0
3,593 views
GP Ansor Gresik Polisikan Pemilik Akun Facebook Arik S. Wartono. (Foto: BG/Wan)
GP Ansor Gresik Polisikan Pemilik Akun Facebook Arik S. Wartono. (Foto: BG/Wan)

BeritaGresik.com – Arik Wartono pemilik akun Arik S. Wartono akhirnya dipolisikan oleh Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Gresik ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Gresik.

Seniman pemilik Sanggar Lukis Daun Mini Galeri di Perumahan Banjarsari Asri VI/28 Cerme itu dilaporkan ke polisi karena diduga menistakan NU, Ansor, Gus Dur dan Gus Mus lewat akun jejaring sosial miliknya.

Arik Wartono sendiri diketahui sudah berinisiatif mendatangi kantor PC NU Gresik untuk mengklarifikasi pernyataanya di media sosial yang dipersoalkan. Disaksikan anggota GP Ansor, dia juga meminta maaf atas tindakannya.

“Kita dari GP Ansor sudah menerima permintaan maaf dari saudara Arik yang mau datang bersilaturrahim ke kantor PC NU, dan kami juga sudah memaafkannya,” kata Agus Junaidi, Ketua GP Ansor Gresik, Senin (28/11/2016).

Namun demikian, menurut Agus, proses hukum terkait dugaan penistaan melalui media sosial masih terus berlanjut karena sudah ada bukti kuat. Tindakan Arik dianggap telah melanggar Undang-undang ITE.

Agus menjelaskan, pihaknya sudah lama memantau tindakan yang dilakukan Arik Wartono sejak beberapa bulan yang lalu. Bahkan, Arik dikatakan dengan sengaja telah menista organisasinya selama dua tahun ini.

“Kami atas nama pengurus Ansor Gresik atas pantauan tim Cyber GP Ansor, ada beberapa pernyataan pada akun tersebut yang menistakan juga Organisasi Ansor, NU, dan para Kyai panutan kami,” terang Agus.

Sementara itu, Arik Wartono mengaku jika tindakan yang dilakukannya di media sosial memang dilakukan dengan sengaja untuk membunuh karakter dia sendiri.

“Hal ini saya lakukan dengan sengaja untuk membunuh karakter saya sendiri di media sosial, dan saya melakukannya cuma pura-pura alias tidak sungguhan” kata Arik.

Arik Wartono mengatakan bahwa dirinya adalah bagian dari intelejen yang memang dengan sengaja melakukan hal seperti ini agar dirinya dipanggil oleh pihak yang keberatan dengan aksinya di media sosial.

“Aksi saya ini tak lain merupakan bagian dari rencana untuk kembali ke UUD 1945 atas perintah langsung Tri Sutrisno, serta ada lagi senior saya di Jakarta. Dan saya yang ditugaskan sebagai koordinator wilayah Jawa Timur,” ungkapnya. (wan)