Tersandung Kasus Pemalsuan Riwayat Tanah, Kades Prambangan Ditahan

0
30 views
Kejari Gresik menahan Feriyanto, Kades Prambangan, Kebomas, yang menjadi tersangka dalam kasus pemalsuan riwayat tanah. (Foto: BG/Amn)

BeritaGresik.com –┬áProses penahanan terhadap Feriyantono, Kepala Desa (Kades) Prambangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, yang tersangkut kasus pemalsuan dokumen riwayat jual beli tanah di desanya sempat molor hingga satu jam.

Rencannya tadi, Selasa (28/8/2017), tersangka langsung akan ditahan oleh tim Jaksa Pidana Umun Kejaksaan Negeri Gresik setelah ada pelimpahan dari Kejati Jatim. “Karena kasus yang melilit Kades Prambangan ditangani oleh Polda Jatim,” kata Reza, Kasi Pidum Kejari Gresik.

Kasus pemalsuan dokomen riwayat jual beli tanah ini tak hanya menyeret Kades Prambangan, tapi juga dua orang ahli waris pemilik tanah yakni Suliono dan Ayuni. Mereka juga menjadi tersangka dalam kasus yang dilaporkan Felik Seotang, pengusaha Surabaya yang telah mebeli tanah dari orang tua ahli waris tersangka.

Sekitar pukul 15.00 WIB sore, mobil tahanan Kejari Gresik sudah disiapkan untuk membawa ketiga tersangka. Namun tiba-tiba Ayuni yang sedang duduk di kursi ruang pidana umum pingsan. Kejadian itu membuat kaget orang-orang yang ada di ruang itu.

Ayuni langsung di bopong salah seorang kerabatnya, dibantu beberapa pegawai Kejaksaan. “Korban langsung dimasukkan ke mobil tahanan dan dibawa ke Rumah Sakit Ibnu Sina Bunder didampingi pihak keluarga dan petugas Kejaksaan untuk mendapatkan perwatan,” terang Reza.

Situasi di kejaksaan semakin memanas saat tersangka Ayuni dibawa ke rumah sakit, karena tersangka Sulino dan Kades Prambangan Feriyantono tidak mau ditahan. Mereka berteriak mengecam petugas Kejari yang hendak menahannya.

Karena itu, petugas Kejari langsung meminta bantuan kepolisian untuk pengamanan terhadap tersangka. Satu jam kemudian, polisi dari Polsek Kebomas dan Sabara Polres Gresik tiba di kantor Kejari dan langsung berkoordinasi dengan pihak kejaksaan.

Tak lama kemudian, kedua tersangka langsung digiring keluar ruangan Pidum dan dibawa masuk ke mobil tahanan yang telah disiapkan. Sebelum masuk mobil tahanan, beberapa orang dari staf desa Prambangan merangkul Kades sambil meneteskan air mata.

Setelah kedua tersangka masuk ke dalam mobil, dengan cepat mobil tahanan yang membawa tersangka melaju menuju rumah tahanan Negara Cerme Kabupaten Gresik. (amn)