BNNK Gresik Gencarkan Sosialisasi Pencegahan Narkoba di Sekolah

0
620 views
BNNK Gresik menggelar sosialisasi pecegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba di SMK PGRI Gresik, Selasa (26/01/2016). (Foto: BG/Wan)
BNNK Gresik menggelar sosialisasi pecegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba di SMK PGRI Gresik, Selasa (26/01/2016). (Foto: BG/Wan)

BeritaGresik.com – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gresik gencar melakukan sosialisasi pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar.

Melalui Program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di sekolah, penyalahguaan narkoba di kalangan pelajar diyakini dapat dicegah.

Hal itu mengemuka dalam diskusi yang mengulas tentang kegiatan advokasi penyusunan kebijakan P4GN, di sela pelaksanaan sosialisasi yang dilakukan BNNK Gresik di SMK PGRI Gresik, Selasa (26/01/2016).

(Foto: BG/Wan)
(Foto: BG/Wan)

Program P4GN nantinya diharapkan bisa terintegrasi pada kurikulum. Dalam pembuatan RPP misalnya, guru harus memasukan materi P4GN yang disesuaikan pada bab yang sedang dipelajari di setiap mapel.

“Para pelajar adalah masa dimana para siswa baru menginjak usia labil dan sangat mudah terpengaruh untuk mencoba hal baru. Adanya pembekalan sejak dini yang dikemas dalam kegiatan acara sekolah diyakini dapat menjadi benteng para siswa agar tak terjerumus dan bersentuhan dengan narkoba,” ujar Kepala BNNK Gresik, AKBP Agustianto.

Menurut dia, guru mengusulkan gagasan agar program pencegahan bahaya narkoba dapat diterapkan di tingkat sekolah menengah, salah satunya melalui pembentukan satgas narkoba di kelas-kelas.

Mereka yang ditunjuk sebagai satgas tersebut bisa dengan mudah dan tidak segan mengingatkan teman-temannya agar tidak terlibat dalam praktik penyalahgunaan narkoba, termasuk pengadaan tes urine secara berkala.

Namun yang lebih penting dari semuanya, terang Agustianto, yakni menanamkan budaya sehat baik jasmani dan rohani kepada para siswa sehingga menyadari bahwa narkoba hanya akan membawa keburukan.

Dia juga menekankan pentingnya dilakukan advokasi kepada para guru di sekolah secara berkesinambungan, agar mereka punya bekal untuk membentengi para siswanya. Sekaligus juga menasihati para orang tua agar lebih peduli pada anak-anak mereka.

Agustianto juga mengungkapkan, bahwa kegiatan ini diselenggarakan untuk mengajak seluruh sekolah yang ada di Kabupaten Gresik untuk mempunyai program tersendiri dalam hal pencegahan terhadap peredaran dan penggunaan narkoba di sekolah.

“Kegiatan ini dalam rangka mendorong penerapan Inpres no 12/2011 tentang kewajiban seluruh lapisan masyarakat dalam pencegahan dan pemberantasan narkoba, salah satunya bagi kalangan pendidik. Harapannya kegiatan seperti ini dapat diterapkan di seluruh sekolah di Gresik,” tambah mantan Wakapolres Blitar ini.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK PGRI Gresik, Arif Sisanto mengapresiasi kegiatan yang digelar BNNK Gresik. Apalagi, SMK PGRI disebutkan memiliki jumlah siswa sebanyak 1.800 orang, dengan rincian siswa perempuan sebanyak 170 pelajar.

“Orientasi kita adalah pencegahan. Terus terang saat ini narkoba tidak hanya merambah pada orang dewasa saja, namun sudah ke dunia pelajar. Untuk itu kita setiap tahun menggelar acara seperi ini, dengan mendatangkan langsung pihak BNNK,” terang Arif Susanto.

Sementara terkait terintegrasinya program pencegahan dam peberantasan narkoba ke dalam kurikulum, Arif menambahkan bahwa pihaknya sudah memasukkan materi itu ke dalam mata pelajaran PPKN. Bahkan di beberapa mata pelajaran juga disampaikan materi tersebut.

“Pastinya sudah kita masukkan ke pelajaran PPKN dan juga pelajaran Agama. Pernah juga kita lakukan tes urine kepada siswa dengan metode sampling, artinya pihak SMK PGRI selalu berkomitmen menjadikan sekolah bersih dari narkoba,” pungkasnya. (wan)