Kapolri: Tak ada Unsur Pidana dalam Kasus Risma

0
508 views
Kapolri Badrodin Haiti
Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti

BeritaGresik.com – Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti menyatakan tidak unsur pidana dalam kasus pemindahan kios Pasar Turi saat Wali Kota Surabaya dijabat Tri Rismaharini. Hal itu berdasar gelar perkara yang dilakukan September 2015.

Karena itu, proses hukum kasus tersebut direncanakan untuk dihentikan. “Dari hasil pemeriksaan kepolisian, tidak ada unsur pidana sehingga harus dihentikan, tetapi memang belum dihentikan karena memang ada beberapa pergantian pejabat,” kata Badrodin di Jakarta, Sabtu (24/10/2015).

Badrodin menjelaskan, para pedagang yang menjadi korban kebakaran ditampung di tempat penampungan sementara yang disiapkan Pemkot Surabaya. “Setelah ini nanti selesai dibangun para pedagang akan ditempatkan kembali di Pasar Turi itu,” terangnya.

Lebih lanjut Kapolri menyebutkan, menurut pengembang pembangunan itu sudah selesai. Sedangkan menurut Pemkot Surabaya belum selesai karena ada beberapa fasilitas yang perlu perbaikan mulai toilet, eskalator, keramik belum terpasang dan jalan masuk belum diperbaiki.

Kemudian, ada informasi bahwa para pedagang keberatan karena biaya sewa dan denda cukup tinggi termasuk “service charge” sehingga mereka keberatan.

“Karena itu wali kota tidak mau memindahkan ke pasar yang sudah jadi. Nah inilah yang dibuatkan laporan ke kepolisian oleh pengembang. Memang ini diproses karena laporan tentu dilakukan penyelidikan dan penyidikan,” ucapnya.

Menurut dia, jika pihaknya memanggil seseorang tentu itu dilakukan dengan menggunakan surat perintah penyidikan. “Di situ ada surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) yang disampaikan ke kejaksaan, di situ terlapornya adalah Wali Kota Surabaya yang diduga sebagai tersangka,” jelasnya.

Kapolri juga menyebutkan sudah dilakukan gelar perkara pada September 2015, ada beberapa yang dilakukan pemeriksaan kemudian dilakukan gelar perkara. Dari hasil gelar perkara itu memang tidak memenuhi unsur pidana sehingga akan dihentikan.

“Tetapi mengapa kok baru sekarang disampaikan kepada media oleh pihak kejaksaan. Ini yang menimbulkan ramai di media,” ujarnya.

Dia menambhakan, pihak kepolisian belum pernah menyebutkan Risma sebagai tersangka dalam kasus itu. [ant/zr]