Kejari Gresik Tahan Tersangka Kasus Korupsi Dana PNPM

0
1,915 views

BeritaGresik.com – Nasutiyon (32) tersangka perkara tindak pidana korupsi PNPM Mandiri Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, akhirnya ditahan setelah dilimpahkan dari penyidik kejaksaan kepada jaksa yang akan menangani perkara yang merugikan keuangan negara sekitar Rp150 juta.

Sekitar pukul 11.00 WIB kedua tersangka yakni Nasutiyon (32) warga Desa Belahan Rejo, Kedamean dan terdakwa Selva Ayu Ariska (24) warga Desa Kedamean Kecamatan Kedamean datang memenuhi panggilan penyidik tindak pidana khusus (Pidsus).

Dihadapan penyidik, kedua tersangka beserta barang bukti diserahkan kepada Jaksa Penuntut Umum. Untuk tersangka Nasutiyon, jaksa langsung melakukan penahanan. Namun, Jaksa tidak menahan tersangka Selva Ayu Ariska dengan alasan tersangka sedang hamil 8 bulan.

“Kita sudah melakukan pemeriksaan ke dokter pada tersangka Selva Ayu Ariska di karenakan pihaknya telah mengajukan permohonan tidak di tahan dikarenakan hamil. Hasil pemeriksaan dokter,  tersangka hamil dengan usia kandungan 8 bulan,” kata Kasie Intel Kejari Gresik Lutchas Rahman, Senin (24/8).

Penangguhan penahanan terhadap Selva Ayu Ariska dilakukan jaksa atas dasar pertimbangan kemanusian. Karena itu, status tanahan tersangka dialihkan menjadi tahanan rumah.

Lebih lanjut dikatakan, tindak pidana dugaan korupsi ini dilakukan kedua tersangka saat mereka menerima bantuan PNPM Mandiri dari negara sebesar Rp 150 juta untuk anggaran 2013.

Uang yang seharusnya dikelola untuk kebutuhan masyarakat, mereka salah gunakan. Bahkan uang bantuan pemerintah tersebut dipergunakan untuk kepentingan sendiri.

“Waktu bantuan PNPM tersebut cair, tersangka Nasutiyon sebagai sekretaris dan tersangka Selva Ayu Ariska menjadi bendahara UPK (unit pengelola kegiatan) PNPM kecamatan Kedamean,” jelas Lutchas.

Dia menambahkan, hasil penyidikan yang dilakukan tim Pidsus Kejari Gresik, uang bantuan itu tidak disalurkan sebagaimana mestinya. Uang tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi sehingga negara di rugikan. [wan]