Polda Jatim Tetapkan 3 Tersangka Kasus Retribusi Smelting

0
1,333 views
Penyidik Polda Jatim saat menggeledah Kantor Pemkab Gresik. (Foto: Dok. BG/Wan)
Penyidik Polda Jatim saat menggeledah Kantor Pemkab Gresik. (Foto: Dok. BG/Wan)

BeritaGresik.com – Selain menetapkan mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Husnul Khuluq sebagai tersangka, Polda Jatim telah menjerat dua orang lainnya sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi jasa retribusi PT Smelting.

Kedua orang yang ikut ditetapkan sebagai tersangka itu adalah pejabat PT Smelting yang berinisial SB dan DIW. Hal itu dibenarkan Kabid Humas Polda Jatim R.P Argo Yuwosono saat dikonfirmasi.

Dia mengatakan, penyidik unit tindak pidana korupsi Polda Jatim sudah menetapkan tiga tersangka kasus dugaan korupsi jasa retribusi Smelting yang diduga merugikan negara Rp 1,3 miliar itu.

Namun demikian, hingga kini pihak kepolisian belum memastikan apakah langsung dilakukan penahanan atau tidak terhadap tiga orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka tersebut.

“Penahanan terhadap tersangka merupakan kewenangan penyidik,” kata Kabid Humas Polda Jatim kepada BeritaGresik.com, Kamis (23/6/2016).

Setelah menetapkan mantan Sekda Gresik Husnul Khuluq sebagai tersangka baru, Polda Jatim tidak menutup kemungkinan adanya tersangka lain, sebab hingga kini proses penyidikan masih terus berjalan.

Sebelumnya, tim penyidik yang dipimpin Kasubdit Tipikor Polda Jatim AKBP Sudamiran menggledah sejumlah ruangan di Pemkab Gresik, Rabu (22/6/2016), termasuk ruangan Sekda Gresik.

Dari penggledahan tersebut tim penyidik menyita sejumlah dokumen register, surat menyurat dan dokumen yang diduga terkait dengan operasional antara PT Smelting dan Pemkab Gresik.

Untuk diketahui, kasus ini berawal dari perjanjian antara Pemkab Gresik dengan PT Smelting tahun 2006 silam. Perjanjian itu terkait sewa perairan laut yang akan digunakan untuk bongkar muat. PT Smelting menyetor uang sebanyak dua kali.

Kemudian, pada 2012 Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan adanya penyimpangan dalam penggunaan dana kas ini. Polda Jatim lan5as memeriksa kasus ini berdasarkan laporan polisi LP.H/21/V/2015/SUS/Jatim.

Dalam laporannya, 2006, Pemkab Gresik melakukan perjanjian sewa perairan laut dengan PT Smelting untuk bongkar muat. Bupati Gresik waktu itu dan PT Smelting menandatanginya.

PT Smelting kemudian menyetor uang kepada Pemkab Gresik senilai Rp 1.376.873.600 dan Rp 2.060.160 ke rekening mantan Sekda. Dari rekening itu kemudian dicairkan cek senilai Rp 1.376.873.600 untuk pejabat PT Smelting. (wan)