Tersandung Kasus Penipuan, Yohanes Urung Nikahi Pacar

0
380 views
Tersangka penipuan uang, Yohanes Agus Purnomo (21), saat dibekuk Polres Gresik. (Foto: Humas Polres Gresik)
Tersangka penipuan uang, Yohanes Agus Purnomo (21), saat dibekuk Polres Gresik. (Foto: Humas Polres Gresik)

BeritaGresik.com – Niat Yohanes Agus Purnomo (21), segera menikahi kekasihnya urung terlaksana. Pasalnya, Warga Kenjeran, Surabaya itu keburu meringkuk di tahanan Polres Gresik setelah dilaporkan menggelapkan dana milik perusahaan tempat ia bekerja sebesar Rp 611,795 juta.

Uang hasil menipu tersebut rencananya bakal digunakan Yohanes mempersunting pujaan hatinya yang terlanjur melahirkan di luar nikah. “Mau nikah awal November kemarin. Karena pacar melahirkan di luar nikah. Anak sudah umur 6 bulan,” ujarnya.

Modus yang dilakukan tersangka dalam melancarkan aksinya dengan cara memanfaatkan kepercayaan perusahaannya, PT Aplus Pacific (AP) yang bertempat di Jl Raya Segoromadu, Kecamatan Kebomas, Gresik.

Waktu itu, tersangka diperintahkan untuk membeli barang berupa hidrolik. Selanjutnya, tersangka memeriksa harga barang di sebuah perusahaan di Surabaya.

Setelah menemukan harga dan alamat toko penjual, tersangka membuat nota pembelian dan surat jalan palsu. Lalu, bukti surat jalan dan nota pembelian tersebut diserahkan ke perusahaan PT AP.

Selanjutnya, perusahaan membayar secara diangsur selama 7 bulan sebanyak Rp 611,795 juta. Setelah ditunggu-tunggu, ternyata barang berupa hidrolik tersebut tidak kunjung datang.

Dari situ, perusahaan mulai merasa curiga. Setelah ditelusuri, ternyata surat nota pembelian dan surat jalan pengiriman barang tersebut palsu. Akhirnya, HRD PT AP melaporkan perbuatan tersangka ke Polres Gresik.

Menindak lanjuti laporan itu, kepolisian bahkan meminta keterangan kepada Dinas Tenaga Kerja di Surabaya, dan diketahui perusahaan yang digunakan mengeluarkan nota pembelian dan surat jalan tidak ada.

“Sehingga terbukti bahwa tersangka menipu perusahaan sebesar Rp 611,795 juta,” kata Kasat Rekrim Polres Gresik AKP Heru Dwi Purnomo, dengan didampingi Kanit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) IPTU Agung Joko H, Minggu (20/11/2016).

Akibat perbuatannya, Yohanes dikenakan Pasal 378 atau 272 kitab Undang–undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman penjara 4 tahun.

Beberapa barang bukti yang diamankan polisi yaitu uang tunai Rp 43,15 juta, jam tangan, kop surat UD Sinar Abadi Surabaya, surat pemesanan barang dari PT AP, dua buah buku tabungan dan bukti pembayaran dari PT AP. (lest/as)