Polres Gresik Bongkar Kasus Profesor Gadungan

0
497 views

GRESIK, BeritaGresik.com – Satreskrim Polres Gresik, Jawa Timur berhasil mengungkap kasus penipuan dengan kekerasan (Curas) berkedok profesor gadungan dengan nama Achmad Sjarwani yang diperankan oleh Muryanto (51).

Dalam kasus tersebut, korban Yendy Setiaji tertipu Rp 550 juta untuk memasukkan anak korban ke jurusan spesialis Ortopedi Universitas Airlangga (Unair), Surabaya.

Kapolres Gresik AKBP Ady Wibowo mengatakan, terungkapnya kasus ini bermula saat korban Yendy berkenalan dengan Agung Yudiansyah (35), sebagai otak pelaku curas yang juga alumni Institut Teknologi 10 November Surabaya (ITS), melalui seorang teman yang bernama Syaiful. Dari pertemuan tersebut korban dijanjikan dapat memasukkan anak korban kuliah di jurusan spesialis Ortopedi Unair Surabaya.

“Pertemuan korban dengan pelaku di Tretes Pasuruan. Dari pertemuan itu, pelaku meminta uang pelicin Rp 500 juta ditambah Rp 50 juta sebagai fee diserahkan ke otak pelaku Agung Yudiansyah,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (21/4/2015).

Dari kesepakatan itu, otak pelaku Agung Yudiansyah beserta komplotannya merencanakan niat untuk merekayasa seolah-olah menyakinkan korban.

“Pada saat korban membawa uang Rp 550 juta. Korban diajak bertemu profesor gadungan Achmad Sjarwani yang diperankan teman pelaku yang bernama Muryanto dengan jaminan ada uang pelicin,” tutur AKBP Ady Wibowo.

Setelah ada deal, korban tiba-tiba didatangi komplotan Agung Yudiansyah yang berjumlah tiga orang. Ketiga rekan pelaku itu adalah Agus Kadarisman (40), Abdillah Akbar (33), dan Arfian Syafaat (51). Semua pelaku malah mengaku dari petugas kepolisian dengan membawa senjata air gun. Selanjutnya, malah menangkap korban dengan tudukan transaksi suap.

Setelah berhasil melumpuhkan korban. Pelaku memborgol korban dan melakban mulutnya lalu dibawa pergi ke arah Gresik. Pada saat berhenti, di Rumah Makan Nasi Krawu Bu Timan, Bunder Gresik. Pelaku melepas borgol korban karena hendak ke toilet.

Bersamaan dengan itu, korban yang posisi tidak terborgol kabur dan melaporkan kejadian ini ke polisi. Mendapat laporan ada kasus curas, polisi bergerak dan mengidentifikasi laporan.

“Saat korban kami periksa menceritakan pelaku menggunakan mobil KIA Visto nopol N 1642 VJ. Dari hasil identifikasi itu kami menangkap tiga pelaku. Selanjutnya, setelah dikembangkan empat pelaku lainnya berhasil ditangkap,” ungkap AKBP Ady Wibowo.

Selain menangkap ketujuh pelaku, polisi juga menyita 1 unit mobil KIA Visto nopol N 1642. Serta 1 unit Toyota Avanza nopol L 975 I, 1 unit Honda Freed tanpa nopol, dan 1 unit Toyota Avanza hitam nopol L 1113 BX. Uang tunai Rp 213.700.000, 10 perhiasan emas senilai Rp 20 juta, 1 pucuk pistol air gun, dan 2 handphone.

“Atas perbuatannya itu kami menjerat pelaku dengan pasal 365 KHUP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara,” pungkas AKBP Ady Wibowo. []