Terduga Jaringan Teroris di Gresik Diamankan di Polda Jatim

0
1,471 views
Rumah kontrakan terduga jaringan teroris di Gresik (Foto: BG/Wan)
Rumah kontrakan terduga jaringan teroris Joko Yanto di Gresik (Foto: BG/Wan)

BeritaGresik.com – Puluhan anggota Densus 88 melakukan penggrebekan di Jalan Granit Kumala IV Perumahan Kota Baru Driyorejo (KBD) Desa Petiken, Kecamatan Driyorejo, Gresik kemarin malam. Penghuni rumah, Joko Yanto (39), diduga terkait jaringan teroris.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sekitar pukul 18.00 WIB anggota Densus 88 mengamankan Joko Yanto usai melaksanakan salat berjamaah. Setelah itu, Joko langsung dibawa ke Mapolda Jawa Timur (Jatim) untuk dimintai keterangan.

Sekitar pukul 23.00 WIB tim gabungan Densus 88 menggerebek rumah Joko Yanto. Saat masuk, ditemukan istrinya AJ Isnaini dan dua anaknya. Sementara puluhan anggota Polres Gresik, Polsek Driyorejo serta Koramil Driyorejo berjaga di sekitar.

Saat dilakukan penggeledahan, aparat kepolisian menemukan barang bukti keterlibatan Joko Yanto dengan jaringan teroris. Polisi juga menemukan beberapa buku tentang jihad serta satu unit laptop yang dicurigai memuat jaringan teroris.

Tak lama kemudian, sekitar pukul 23.30 WIB, polisi menuntaskan penggeledahan. Setelah itu diputuskan untuk membawa Joko Yanto ke Mapolda Jawa Timur. Sedangkan Istri terduga AJ Isnaini dilepaskan dan dibiarkan di dalam rumah.

Saat dilakukan penggerebekan terduga teroris oleh Densus 88. (Foto: BG/Wan)
Saat dilakukan penggerebekan terduga teroris oleh Densus 88. (Foto: BG/Wan)

Kapolres Gresik AKBP Ady Wibowo mengatakan, perkara penggrebekan terduga jaringan teroris di Perum KBD ditangani langsung Densus 88 beserta Polda Jatim. Terduga langsung diamankan di Mapolda Jatim untuk pengembangan.

“Sengaja rumah kontrakan terduga tidak dipolice line. Namun, kami akan melakukan pengawasan dan pemantauan,” tukasnya.

Penggerebekan Joko Yanto di Jalan Granit Kumala IV PerumKBD Desa Petiken, Kecamatan Driyorejo sudah terlihat sejak siang hari. Tiga unit mobil yang membawa anggota Densus 88 parkir di sekitar rumah kontrakan Joko Yanto.

“Sekitar sore itu kami sudah mendapat informasi kalau di Perum KBD ada penggerebekan rumah teroris. Ternyata malamnya memang ada penggerebekan,” ujar Nur Musyafak, 38, sekretaris PAC GP Ansor Driyorejo.

Joko Yanto diketahui sudah lima bulan kontrak di rumah tipe 36 tanpa pagar. Di depannya ditutupi tirai bambu hingga lantai. Samping kiri rumah ditutup ayaman bambu. Rumah terlihat tidak terawat, karena di depannya di tumbuhi ilalang.

Keluarga Joko Yanto dinilai sangat tertutup atau jarang bersosialisasi dengan tetangga. Apalagi, tetangga Joko Yanto samping rumah, sisi kanan kosong dan sisi kiri ditempati pemiliknya. Hanya sesekali istri Joko membeli keperluan rumah di warung.

“Kepada kami mengaku dari Sragen. Terus usahanya wiraswasta,” kata tetangganya yang menolak disebut namanya.

Kendati begitu, kehidupan religius Joko cukup kuat. Selalu salat tepat waktu dan berjamaah di masjid dekat rumahnya. Warga tidak begitu curiga dengan prilaku Joko. Warga baru tahu kalau dia jaringan teroris saat dilakukan penggrebekan. [wan]