Polisi Bongkar Kasus Penipuan Rp 611 Juta

0
662 views

BeritaGresik.com – Satreskrim Polres Gresik berhasil membongkar kasus penipuan menggunakan nota pembelian fiktif yang dilakukan Yohanes Agus Purnomo (21), warga Kenjeran Surabaya.

Kasus ini terbongkar saat pelaku yang juga karyawan PT Aplaus Pasific Gresik melakukan pembelian barang berupa selang hydralic di UD Sinar Abadi Surabaya. Pelaku melakukannya dengan menggunakan nota pembelian fiktif yang dibuat sendiri.

Selanjutnya, pelaku menyerahkan nota fiktif tersebut ke bagian keuangan intuk mendapatkan pembayaran pembelian. Namun, pembayaran yang dilakukan melalui biro bilyet malah masuk ke rekening milik teman pelaku atas nama Hang Hans Christian dengan nomor rekening 140.00.154.023.74 di Bank Mandiri senilai Rp 611 juta lebih.

Pelaku menjalakan aksinya secara bertahap mulai Februari hingga November 2016. Dari rekening Hang Hans Christian, uang tersebut dikirim ke rekening pelaku di Bank BCA dengan nomor rekening 1010758285. Christian mengaku tidak mengetahui asal uang tersebut, dan hanya menuruti perintah pelaku.

“Uang yang digelapkan pelaku dipakai untuk kepentingan sendiri. Padahal, pembelian selang hydralic tidak pernah dikirim ke PT Aplaus Pasific. Dengan adanya itu, perusahaan itu mengalami kerugian Rp 611 juta lebih,” kata Kasatreskrim Polres Gresik AKP Heru Dwi Purnomo, Minggu (20/11/2016).

AKP Heru Dwi Purnomo menambahkan, pelaku melancarkan aksi penipuannya dengan menggunakan nota pembelian fiktif. Lalu, nota pembelian fiktif itu diserahkan ke bagian keuangan untuk menerima biro bilyet sebagai bukti pembayaran.

“Selain mengamankan tersangka, kami juga menyita sejumlah barang bukti diantaranya dua buku rekening bank milik pelaku serta uang tunai senilai Rp 43,15 juta,” tambahnya.

Tersangka Yohanes Agus Purnomo mengaku uang hasil penipuan yang dilakukan dirinya digunakan untuk rencana pernikahan. Sebab, calon istrinya terlebih dulu hamil duluan sebelum dinikahi secara resmi.

“Uangnya sudah habis separuh buat kebutuhan sehari-hari. Selain itu, buat membeli perhiasan untuk calon istri,” tuturnya.

Atas perbuatan itu, pelaku Yohanses Agus Purnomo dijerat dengan pasal 378 dan 372 KHUP dengan ancaman 4  tahun penjara. (zr)