Polri Buru Penyebar Isu Rush Money

0
449 views

BeritaGresik.com – Mabes Polri tengah memburu penyebar isu rush money atau penarikan uang secara besar-besaran yang beredar di media sosial. Pelaku bisa dikenai hukuman penjara dan denda Rp 1 miliar karena menyebar kabar palsu.

Demikian disampaikan Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar, Minggu (20/11/2016). Menurut dia, para penyebar isu ini telah melanggar UU Nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

“Informasi itu hoax dan jangan diikuti. Percaya kepada kami, keamanan dijamin oleh kepolisian. Jadi uang tabungan tidak perlu ada ajakan-ajakan rush money, tidak perlu diikuti,” tutur Boy di kawasan Kwitang, Jakarta.

Penyebar isu palsu dikatakan dapat dijerat Pasal 28 UU ITE yang melarang orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik.

Penyebar isu ini sedang dalam proses pengusutan. “Pengusutannya masih berjalan. Mereka yang menebarkan isu-isu hoax ini dijalankan, yang pasti satu per satu nanti akan diungkap siapa tersangkanya, pidananya,” terangnya.

Boy menambahkan, pihaknya serius mengusut penyebar isu rush money karena mengancam stabilitas perekonomian negara. Selain itu, kabar tersebut juga bisa menimbulkan rasa cemas di tengah masyarakat.

“Ini isu yang akan mengganggu perekonomian negara, dengan sengaja menimbulkan kepanikan, dengan sengaja menimbulkan rasa kecemasan dalam masyarakat,” tuturnya. (zr)