Aroma Tak Sedap di Balik Vonis Ringan Terdakwa Pencuri Pupuk

0
589 views
Sidang vonis terdakwa sindikat pencuri pupuk cair milik PT Petrosida Petrokimia Group, Senin (18/4/2016). (Foto: BG/Wan)
Sidang vonis delapan terdakwa sindikat pencuri pupuk cair milik PT Petrosida Petrokimia Group, Senin (18/4/2016). (Foto: BG/Wan)

BeritaGresik.com – Vonis ringan terhadap delapan terdakwa sindikat pencuri pupuk cair milik PT Petrosida Petrokimia Group, Senin (18/4/2016), diwarnai isu tak sedap sejak dari rencana tuntutan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik.

Sayangnya, saat sejumlah wartawan hendak melakukan konfirmasi terkait dugaan adanya isu tak sedap tersebut, Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Gresik malah terkesan menghindar dan memilih meninggalkan kantornya.

Dalam amar putusannya, Ketua Majelis Hakim I Gede Putu Astawa menjatuhkan vonis ringan kepada para terdakwa, yakni enam bulan penjara. Vonis ini lebih ringan dari tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Lila Yurifa Prihasti, yakni satu tahun penjara.

” Terdakwa yang merupakan satpam di pabrik tersebut telah meminta maaf dan sudah mendapatkan pemaafan. Selain itu, mereka menjadi tulang punggung keluarga,” ujar Putu saat membacakan amar putusannya.

Sementara itu, menurut salah satu jaksa di Pengadilan Negeri Gresik yang meminta namanya di rahasiakan, putusan ringan hakim lantaran adanya dugaan praktik suap sebesar Rp 125 juta.

Dana itu diduga telah di berikan oleh pihak keluarga terdakwa kepada salah satu jaksa sejak rencana tuntutan di Kejaksaan Negeri Gresik. Sayangnya, Kasi Pidum Adi Wibowo tak ada ditempat saat hendak di konfirmasi.

Kasus ini bermula saat delapan orang terdakwa yang merupakan satpam di PT Petrosida tertangkap mencuri pupuk cair pada Desembar lalu. Mereka ditangkap dengan barang bukti 23 kardus pupuk jenis fonesida dan satu mobil Yaris Nopol W 1392 BX. (wan)