Grebek Pupuk Oplosan, Polisi Tetapkan 1 Orang Tersangka

0
466 views

BeritaGresik.com – Polisi menetapkan seorang tersangka, Arifin (43), dalam penggerebekan pupuk oplosan atau ilegal di Kecamatan Sidayu Kabupaten Gresik, Kamis (18/06). Arifin diketahui sebagai pemilik pabrik pupuk palsu yang diduga tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan pemerintah.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan pihak kepolisian, Arifin telah mendisribusikan sebagian pupuknya di Jawa Timur dan luar Jawa, yaitu daerah Sumatera.

“Kegiatan tersebut sudah berjalan dua tahun lebih, tersangka telah melanggar undang-undang Nomor 12 tahun 1996 tentang sistim budidaya tanaman, atau memproduksi atau memperdagangkan barang yang tidak sesuai dengan standar,” kata Brigjed Yazid Hanafi.

Dengan demikian, tersangkan akan dikenakan Undang-undang Nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. Polisi masih belum bisa menetapkan pengorder atau pembeli pupuk sebagai tersangka, karena masih dalam proses pendalaman.

Brigjed Yazid Hanafi yang di dampingi Kasubdit Tipiter, AKBP Maruli Siahaan beserta Kapolres Gresik AKBP Ady Wibowo mengatakan, penindakan terhadap pupuk yang tidak sesuai standar itu dilakukan oleh Tipiter Mabes Polri bersama Polda Jawa Timur dan Polres Gresik.

Menurut Yazid, dalam kasus ini tersangka memproduksi pupuk berjenis NPK, SP36 dan pupuk PHOSKA serta merek lainnya yang tidak sesuai dengan standar. Karena itu penindakan dilakukan guna mendukung program pemerintah mewujudkan swasembada pangan dan melindungi para petani.

Dari penindakan tersebut pihaknya telah menyita beberapa barang bukti pupuk jenis phospat sebanyak 350 ton. Kemudian, bahan berupa dolomit, pewarna lebih dari 30 ton dan pupuk yang siap untuk didkirim sekitar 30 ton. (wan)