Mayoritas Pengguna Narkoba di Gresik Betstatus Pelajar

0
732 views
Ketua komunitas Hijabi Gresik, Yeni Zuliati (merah) bersama pengurus Ponpen Mambaussoliqin Putri, Hj. Dzurrotun Nafisah menerima sertivikat deklarasi bebas narkoba oleh ketua BNNK Gresik, AKBP Agustianto, Kamis (17/12/2015). (Foto: BG/Wan)
Ketua komunitas Hijabi Gresik, Yeni Zuliati (merah) bersama pengurus Ponpen Mambaussoliqin Putri, Hj. Dzurrotun Nafisah menerima sertivikat deklarasi bebas narkoba oleh ketua BNNK Gresik, AKBP Agustianto, Kamis (17/12/2015). (Foto: BG/Wan)

BeritaGresik.com –┬áKabupaten Gresik masuk dalam kategori status darurat narkoba. Dalam satu tahun terakhir ini, sebanyak 377 pengguna barang haram tersebut masuk daftar rehabilitasi BNNK Gresik.

Jumlah tersebut tidak hanya pekerja swasta, namun sebagian besar berstatus pelajar. Kasusnya pun beragam, mulai sabu-sabu hingga heroin yang masuk daftar narkotika kelas wahid.

Status darurat narkoba yang disandang Kabupaten Gresik, karena wilayahnya yang strategis. Selain kota industri yang memiliki banyak pelabuhan, Gresik juga berdampingan dengan kota besar yakni Surabaya, sehingga berpotensi mudah menjadi target peredaran narkoba.

Melihat potensi meningkatnya peredaran di Kabupaten Gresik, BNNK menyasar kalangan pelajar untuk sosialisasi bahaya narkoba.

Ketua BNNK Gresik, AKBP Agustianto, mengatakan penutupan celah peredaran narkoba sangat penting. Lewat program P4GN yang disosialisasikan ke masyarakat diyskini bisa menekan angka pengguna narkoba di Kabupaten Gresik. Namun dirinya juga tidak bisa menjamin hal itu bisa terealisasi jika stakeholder tidak ikut berpartisipasi.

“Apapun alasannya, menghilangkan secara langsung peredaran itu tidak akan bisa, namun preplansi atau penekanan peredaran itu dimungkinkan bisa. Untuk itu, semua pihak harus berkomitmen dalam berpartisapi memerangi peredaran lewat kesadaran diri dalam memahami bahaya narkoba. Tidak main-main, nyatanya ada kasus pemakai heroin, dan ini sangat berbahaya,” terang AKBP Agustianto, Kamis (17/12/2015).

Mantan Wakapolres Blitar ini menambahkan, rencananya tahun depan akan disingkronkan dengan pemerintah daerah. Yakni menjadikan salah satu program dalam ikut serta mencegah peredaran narkoba di Gresik. Saat ini BNNK Gresik telah membuat satgas anti narkoba yang sudah diikuti oleh lima Kecamatan di Kabupaten Gresik.

Jelang perayaan tahun baru 2016, BNNK menggandeng komunitas Hijabih Gresik. Keduannya langsung menyasar para siswi Aliyah Ponpes Mambaus Solikhin, salah satu pondok pesantren terbesar di Gresik. Begitu juga dengan Mahasiswi Institut keislaman Abdullah Faqih (Inkafah) Suci, Kecamatan Manyar, Gresik. Acuan nya mengahadapi tahun baru 2016 agar tidak terkontaminasi peredaran narkoba.

“Menjadikan pelajar sebagai pelopor gerakan anti narkoba, ini salah satu upaya menutup celah-celah pintu masuk peredaran narkoba. Harapan kita bisa memutus matarantai pengguna sekaligus pengedaran natkoba di Gresik. Salah satu antisipasinya, kita fasilitasi rehabilitasi bagi mereka yang mau sadar untuk direhab, sebelum terlanjur berurusan dengan hukum,” pungkas AKBP Agustianto. (wan)