Kasus Narkoba di Gresik Meningkat

0
1,967 views
Sejumlah tersangka kasus penyalahgunaab nrrkoba yang berhasil diungkap Polres Gresik. (Foto: BG/Wan)
Sejumlah tersangka kasus penyalahgunaan narkoba yang berhasil diungkap Polres Gresik. (Foto: BG/Wan)

BeritaGresik.com – Penyalahgunaan narkoba di Gresik kian memprihatinkan. Polres Gresik mencatat, setiap bulan terjadi peningkatan signifikan dalam mengungkap kasus penyalahgunaan dan pengedar obat terlarang atau narkoba.

Selama sepuluh hari terakhir di bulan Februari ini, Satnarkoba bersama jajaran Polsek di wilayah Polres Gresik berhasil mengungkap 12 kasus dengan 16 tersangka. “Jumlah ini meningkat jika dibandingkan bulan lalu,” kata Kapolres Gresik AKBP Ady Wibowo, Rabu (17/2/2016).

Pengungkapan kali ini, lanjut mantan Kapolres Bojonegoro itu, dalam rangka operasi Tumpas Narkoba. Operasi ini dimulai sejak 4 Februari hingga 14 Februari 2016. Dari belasan tersangka itu, dua diantaranya perempuan, yaitu Desi Purnama Sari (19) dan Sri Mulyati (41).

Kapolres Gresik AKBP Ady Wibowo menujukkan alat bukti kasus narkoba di Gresik. (Foto: BG/Wan)
Kapolres Gresik AKBP Ady Wibowo memperlihatkan alat bukti terkait kasus penyalahgunaan narkoba di Gresik. (Foto: BG/Wan)

Desi mengaku mendapatkan sabu secara gratis lantaran dirinya cantik. “Saya mendapakan dari Rico, saya memakai sejak kelas tiga (atau kelas XII, Red). Selama ini saya gunakan karena ikut-ikutan teman,” ujar gadis yang mengaku baru lulus SMA Surabaya tahun lalu itu.

Dia ditangkap saat membawa sabu-sabu di depan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Gresik. “Masih kita dalami, dia hanya pemakai atau pengedar,” terang Kapolres Gresik saat gelar ungkap kasus di halaman Mapolres Gresik, Rabu (17/02/2016).

Opetasi tumpas narkoba dilakukan polisi dalam rangka mengantisipasi terjadinya tindak kriminal sekaligus memberi rasa aman kepada warga, “Satreskrim Polres Gresik dan Polsek jajaran telah melaksanakan penindakan terhadap pelaku tindak kriminalitas,” ucapnya.

Selain menyita barang bukti berupa narkoba jenis sabu seberat 1,9 gram, polisi juga menyita tujuh buah telepon genggam milik tersangka. Lalu disita juga buku tabungan dengan debet awal Rp 208.000.000 dan saldo Rp. 59.000 milik tersangka Muhammad Zamroni.

Untuk tersangka pengedar atas nama Totok Sugianto dijerat Pasal 196 Ayat (1) UU Nomor 36/2009 tentang Kesehatan. Setiap orang yang memproduksi mengedarkan farmasi dan atau alat kesehatan yang tidak memenuhi standar diancam pidana paling lama 10 Tahun dan denda Rp 1 miliar. (wan)