Penerbitan SHM No. 982 oleh BPN Gresik Tuai Masalah

0
648 views
Kasus jual beli tanah di Desa Prambangan, Kebomas, Gresik. (Foto: BG/Wan)

BeritaGresik.com – Berawal dari kekurangan pembayaran Rp 3 miliar atas jual beli tanah di Desa Prambangan Kecamatan Kebomas Gresik oleh ahli waris Kholis CS dengan Felik Susanto.

Karena pembayaran oleh pihak pembeli tak kunjung terselesaikan, ahli waris menuntut aktifitas pembangunan ERA GALAXY di lokasi tersebut dihentikan sampai dengan sisa pembayaran tanah terselesaikan.

Merasa sudah mengantongi sertifikat hak milik (SHM) dan izin mendirikan bangunan (IMB) pihak pembeli yakni Felik Susanto terus melanjutkan proses pembangunan. Sehingga masalah ini berbuntut panjang.

(Foto: BG/Wan)

Pihak ahli waris menuntut tanggung jawab mantan kepala desa Prambangan H Karto untuk atas terbitnya SHM tanah tersebut. Akibatnya, terjadi perdebatan antara ahli waris dengan mantan Kades Prambangan.

Setelah di konfirmasi, mantan kepala desa Prambangan H Karto mengaku tidak pernah mengeluarkan surat daftar riwayat tanah. Itu dibuktikan dengan tidak adanya register pada buku register surat di desa.

Merasa tanda tangannya di palsukan, mantan Kades Prambangan tidak mau mengakui dan tidak bertanggung jawab atas terbitnya surat keterangan riwayat tanah untuk jual beli antara ahliwaris Kholis cs dengan Felix Susanto yang telah terbit SHM No.982 oleh BPN Gresik.

Permasalahan ini kemudian terus berlanjut dan berujung ke proses hukum. (wan)