AMP Extension page

Hakim Tolak Eksepsi Terdakwa Bos Perum ABR

No comment 1654 views

Terdakwa kasus penipuan dan penggelapan Ahmad Fatoni (58), dalam sidang putusan sela di PN Gresik, Kamis (15/3/2018). (Foto: BG/As)

BeritaGresik.com – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Gresik yang diketuai Putu Gede Hariadi menolak eksepsi terdakwa kasus penipuan dan penggelapan yang menyeret Ahmad Fatoni (58), dalam sidang yang digelar di PN Gresik, Kamis (15/3/2018).

Terdakwa yang diketahui bos Perum Alam Bukit Raya (ABR), warga RT 04 RW 02, Desa Kedung Sekar, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, itu hanya bisa pasrah saat hakim secara bergantian membacakan putusan sela.

“Menolak eksepsi yang diajukan oleh tim penasehat hukum terdakwa dan memerintahkan pada jaksa penuntut umun untuk melanjutkan kasus ini dengan mengadirkan saksi pada sidang berikutnya,” kata hakim.

Kasus yang menyeret bos Perum ABR itu sudah masuk pokok perkara, dan dilanjutkan dengan pembuktian alat bukti dan saksi-saksi.

Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dikomandoi Lila Yurifa, Thesar Yudi Prasetya dan Budi Prakoso sebelumnya mendakwa Ahmad Fatoni telah melakukan penggelapan pada korban PT. Trisula Bangun Prasada saat terdakwa menjabat sebagai Direksi PT. Trisula Bangun Prasada dengan sejumlah uang hasil penjualan tanah.

Sebelum kasus ini dibawa ke meja hujau, Direksi PT. Trisula Bangun Prasada sering mempertanyakan kepada terdakwa tentang keberadaan uang hasil penjualan tanahnya, namun terdakwa selalu berbelit-belit.

Pada ujung pembicaraan antara Direksi PT. Trisula Bangun Prasada Njono Budiono dengan terdakwa Ahmad Fatoni, bahwa terdakwa bersikukuh tanah yang dibeli oleh PT. Trisula Bangun Prasada dari Siti Atikah cs milik pribadi terdakwa.

Dengan hasil penggelapan itu, terdakwa diduga telah memiliki dan menjual dengan tanpa hak 4 bidang tanah yang sesuai dengan sertipikat (SHM No.1598/Desa Dahanrejo seluas 430 m2, SHM No.1118/Desa Dahanrejo seluas 2495 m2, SHM No.1599/Desa Dahanrejo seluas 7030 m2 dan SHM No.1113/Desa Dahanrejo seluas 1995 m2) kepada orang lain, uang hasil penjualan tanahnya diduga telah masuk kantong atau dinikmati sendiri.

“Padahal, terdakwa pembelian tanah tersebut menggunakan uang PT. Trisula Bangun Prasada sewaktu terdakwa diangkat sebagai Direktur PT. Trisula Bangun Prasada. Perbuatan terdakwa Ahmad Fatoni telah melanggar pasal 372 KUHP Jo pasal 64 ayat (1) KUHP.

Tim pengacara terdakwa yang diketuai Adil Pranadjaja, Muhammad Rizky Eka Putra dan Puta Dwi Nugraha usai sidang mengatakan, pada sidang sebelumnya kkiennya mengajukan eksepsi, namun majelis hakim menolak eksepsi tersebut, sehingga pihaknya menghadirkan saksi pada sidang selanjutnya.

“Dengan hadirnya saksi nanti, dalam sidang berikutnya kami mempunyai kesempatan untuk membuktikan kebenaran atas dakwaan jaksa. Terdakwa memang tidak dilakukan penahanan, karena terdakwa kesehatannya tidak stabil,” ucapnya. (as)

No Response