Polres Gresik Bongkar Sindikat Penjual Satwa Dilindungi di Menganti

0
221 views
Polisi Gresik menunjukkan tersangka penjual satwa langka dilindungi beserta barang bukti. (Foto: BG/Kurniawan)

BeritaGresik.com – Polres Gresik berhasil membongkar sindikat penjualan satwa jenis burung langka yang dilindungi oleh negara di wilayah hukum Polsek Menganti, tepatnya di Perumahan Swan Menganti Park Desa Pelemwatu, Menganti, Gresik.

Pelaku penjual satwa langka ini diketahui berinisial YDP (29), warga asal Klaten, Jawa Tengah. Dalam operasi penangkapan tersebut, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, yakni sebanyak 13 ekor burung jenis jalak putih (strumus melanopterus), 1 buah hand phone merk MI dan 2 buah sangkar octagon.

Kasat Reskrim Polres Gresik, AKP Adam Purbantoro menjelaskan, penangkapan penjual burung langka jenis jalak putih berawal dari adanya informasi warga perumahan Swan Menganti Park Desa Pelemwatu, Menganti, Kamis(9/3/2017).

Laporan tersebut masuk ke petugas Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dari kantor Seksi Wilayah II Surabaya BPPHLHK (Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan) wilayah Jawa Bali Nusa Tenggara.

Mendapatkan laporan itu, lanjut Adam, PPNS BPPHLHK langsung menghubungi Polres Gresik. Kemudian, petugas gabungan Polres Gresik dan PPNS BPPHLHK langsung menuju TKP (tempat kejadian perkara). “Kami langsung OTT (operasi tangkap tangan) pelaku dengan barang bukti 13 ekor burung,” katanya.

Menurut Kasat, pelaku ditangkap karena terbukti menyimpan dan mrlakukan transaksi burung yang dilindungi negara. Karena itu, pelaku dan barang bukti dibawa ke Mapolres Gresik untuk penyidikan dan pengembangan lebih lanjut oleh PPNS BPPHLHK.

Sementara tersangka mengakui telah menjual satwa yang dilindungi tersebut. “Berdasarkan pengakuan tersangka sudah menjalankan aktivitas ilegal selama tiga bulan. Pengakuan tersangka burung dijual Rp 1,6 juta per pasang,” jelasnya.

Burung-burung tersebut dijual di wilayah Surabaya dan Jawa Tengah. Saat ini, pihak Polres Gresik tengah mengembangkan kasus tersebut. Langkah ini dilakukan untuk menggulung jaringan tersangka.

Karena terbukti menyimpan dan menjual satwa dilindungi, tersangka YDP dijerat pasal 40 ayat (2) jo pasal 21 ayat (2) huruf a UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang konservasi SDA HE, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara atau denda Rp 100 juta. (wan)