Ingin Punya Anak, Pria Beristri Ini Hamili Bocah 16 Tahun

0
1,560 views
Foto: BG/Wan
Foto: BG/Wan

BeritaGresik.com – Slamet Diono alias Mustain (37), nekat menghamili bocah berusia 16 tahun karena istrinya tidak kunjung memberikan keturunan. Akibat perbuatannya itu, Slamet harus mendekam di balik sel tahanan Polres Gresik.

Slamet merupakan warga Probolinggo yang tinggal di Desa Sungonlegowo, Kecamatan Bungah, Gresik. Sedangkan bocah betinisial VZ (16) yang dihamili Mustain merupakan tetangganya sendiri.

Korban yang digarap oleh tersangka sebanyak lima kali sejak Desember 2015 kemudian hamil sekitar tiga bulan. Bahkan, dia harus putus sekolah karena tidak kuat menanggung rasa malu.

Tersangka mengaku melakukan aksi bejat itu lantaran ingin memiliki anak. Pasalnya, sejak 8 tahun berumah tangga tidak kunjung memiliki keturunan.

“Saya merayu dia dan mengatakan kamu lebih cantik dari istriku. Akhirnya dia mau dengan saya,” kata Slamet saat merayu korban sembari dijanjikan akan dinikahi.

Perkenalan keduanya bermula saat tersangka tinggal di Desa Sungonlegowo. Kemudian keduanya saling kenal. Bahkan orang tua korban menjadi langganannya bisnis jual beli udang tersangka.

“Kami mulai dekat Desember lalu. Saat itu kami saling berkomunikasi dan akhirnya suka sama suka,” katanya.

Dlamet menambahkan, sebelum berhubungan badan, korban terlebih dulu dibelikan pakaian dan diberikan sejumlah uang. Hal itu untuk menambah kepercayaan korban jika janji tersangka akan menikahinya itu serius.

“Siang hari kami tiga kali melakukan di kebun. Dan di lapangan sebanyak dua kali saat malam,” ujarnya.

Ketika kejadian itu diketahui istrinya, Selamet mengklaim bila istrinya tidak mempermasalahkan perbuatannya itu. “Ia, istri saya tahu dan tidak apa-apa,” imbuhnya.

Kasatreskrim Polres Gresik, AKP Heru Dwi Purnomo membenarkan telah menangkap tersangka asusila. “Tersangka dilaporkan polisi setelah orang tua korban mengetahui bila anaknya sedang hamil. ” ujar Heru.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 81 ayat 2 UU no 35 thn 2014 tentang perlindungan anak. Ancaman hukuman maksimal 15 tahun. “Ya kita proses sesuai hukum yang berlaku,” pungkasnya. (wan)