Jelang Ramadhan Pol PP Gresik Gencar Razia Miras

0
682 views

BeritaGresik.com – Mengantisipasi peredaran miras menjelang bulan suci Ramadhan, Satpol PP Gresik gencar mengggelar razia miras di wilayah pedesaan. Dari razia yang dilakukan Satpol PP, ditemukan modus menjajakan miras sambil menjual jamu.

Dalam kesempatan itu, petugas berhasil menyita ratusan miras di Desa Setrohadi, Kecamatan Duduksampeyan, Desa Jogodalu, Kecamatan Benjeng, di Desa Bringkang, Kecamatan Menganti. selain itu Satpol PP melakukan razia miras di wilayah Balongpanggang.

“Di Desa Setrohadi kami menemui penjual jamu juga menjual miras,” kata Kasi Operasi, Ketrentaman dan Ketertiban Umum Agung Endro.

Menurut dia, pihaknya berhasil mengamankan miras jenis arak, cukrik (hasil campuran arak dengan bahan kimia), dan paloma. Setelah itu, miras hasil sitaan dibawa ke Kantor Satpol PP di Jalan Dr Wahidin SH. Selain penjual jamu, sejumlah warung kopi juga diketahui menyediakan minuman memabukkan itu yang dijaga pramusaji perempuan.

Razia Satpol PP tidak sendirian. Dalam razia kali ini Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gresik juga ikut menyisir di seluruh warkop. “BNN juga memiliki atensi pemberantasan narkoba di warung kopi,” ujar Agung.

Razia dimulai pukul 19.00 WIB yang dimulai dengan meyisir sepanjang warung di Jalan Raya Duduk Sampeya Benjeng. Petugas terus merangsek masuk ke gang-gang perkampungan hingga mmenemukan penjual miras.

Razia berlanjut ke wilayah Kecamatan Benjeng hingga di Balongpanggang. Petugas lalu mengakhiri penyisirannya di Desa Bringkang, Menganti. Dari seluruh wilayah itu, ada 10 pramusaji yang ikut diamankan petugas. “Tujuh di antaranya kami lepas dan diberikan pembinaan,” terangnya.

Lebih lanjugt Agung menjelaskan, hingga sekarang tiga orang pramusaji masih ditahan dan disidik. Sebab, dari hasil tes urine yang dilakukan petugas BNN, tiga pramusaji terindikasi positif menggunakan obat terlarang.

“Masih didalami lagi oleh BNN sejauh mana indikasi penggunaan obatnya. Kalau memanh ada yang menggunakan narkoba kami serahkan ke BNN untuk direhabilitasi,” jelasnya.

Terjaringnya pramusaji itu, menurut Agung, karena pramusaji yang biasa menyuguhkan jajanan dan minuman itu berasal dari luar Gresik dan tidak memiliki kartu identitas penduduk musiman (KIPEM). “Kami amankan selanjutnya kami bina dan harus mengurus KIPEM,” paparnya. (wan)