Kejari Gresik Bidik Kasus Dugaan Korupsi di SKPD

0
1,255 views
Kasi Intel Kejari Gresik membagikan stiker dan minuman kepada pengguna jalan di simpang tiga GKB saat peringati hari anti korupsi sedunia 9 Desember, Kamis (10/12) (Foto: BG/Wan)
Kasi Intel Kejari Gresik, Luthcas Rohman, membagikan stiker dan minuman kepada pengguna jalan di simpang tiga GKB saat peringati hari anti korupsi sedunia 9 Desember di Gresik, Kamis (10/12) (Foto: BG/Wan)

BeritaGresik.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik tengah membidik dua kasus korupsi yang diduga melibatkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Kasus tersebut saat ini masih dalam tahap penyelidikan.

Hal itu diungkapkan Kasi Intel Kejari Gresik, Luthcas Rohman, saat membagikan stiker dan minuman di simpang tiga GKB dalam dalam memperingati hari anti korupsi sedunia yang digelar setiap 9 Desember.

“Empat tersangka sudah disidangkan dan dalam tahap tuntutan, yaitu kasus pengadaan alat teknologi informasi dan komunikasi (TIK), serta PNPM Mandiri Perdesaan. Dua kasus masih dalam penyelidikan,” kata Lutchas, Kamis (10/12/2015).

Lutchas yang juga menjabat sebagai humas dalam peringatan hari anti korupsi ini menyebutkan, kedua terdakwa kasus TIK yaitu Elly Sundari (37), warga Perumahan Pondok Permata Suci (PPS), Desa Suci, Kecamatan Manyar, selaku rekanan.

Terdakwa lain dalam kasus TIK adalah Jamak Ali, selaku Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pejabat pembuat komitmen (PPK) di Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Gresik.

Sementara, terdakwa kasus PNPM Mandiri Pedesan yaitu Nasutiyon (32), warga Desa Belahan Rejo, Kecamatan Kedamean dan Selva Ayu Ariska (24), warga Desa Kedamean, Kecamatan Kedamean, Gresik.

Terkait dua kasus yang dibidik, Kejari Gresik belum bisa mengungkapnya. “Kami belum bisa menjelaskannya. Nanti pada saatnya akan kami sampaikan. Sekarang masih konsentrasi pada berkas yang sudah masuk,” ucapnya.

Meski tidak pasang target, Luthcas menyebutkan salah satu kasus yang diselidiki adalah terkait dana bansos. “Santai saja, kami tetap santai tapi mengedepankan kinerja. Kami kedepankan pencegahan dan penindakan,” pungkasnya. (wan).