Polres Gresik Ringkus Sindikat Copet Antar Kota

0
808 views
Sindikat copet antar kota berhasil ditingkus Satreskrim Polres Gresik. (Foto: Humasres)
Sindikat copet antar kota berhasil ditingkus Satreskrim Polres Gresik. (Foto: Humasres)

BeritaGresik.com – Satreskrim Polres Gresik berhasil meringkus sindikat copet antar kota yang kerap beraksi saat keramaian, seperti saat pertandingan sepak bola, Sabtu (8/10/2016) kemarin.

Sedikitnya empat pelaku berhasil diringkus, sementara dua orang pelaku lainnya masih dalam pengejaran petugas Polres Gresik dan telah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Para pelaku antara lain, Moch Tohe (27) warga Dajangan, Desa Jambu, Kec. Burneh, Bangkalan, Chrisnandik (35) warga Jl Kebalen Gang III Surabaya, M Gufron alias Ribut (20) warga Jl Pasar Babakan no 18 Surabaya, serta Abd Khodir alias Unyil (30) warga Jl Brigjen Katamso, Dea Tompo Kerasan, Lumajang yang kos di Kapas Madya Surabaya.

Kasatreskrim Polres Gresik, AKP Heru Dwi Purnomo didampingi Kanit Pidum, Ipda Moch Dawud menjelaskan, komplotan copet ini beraksi di beberapa kota secara berkelompok. Setiap pelaku memiliki peran berbeda sesuai keahlian masing-masing.

“Ada yang bagian pemetik, pendorong, pengalih perhatian, penerima dan pemberi jalan,” ungkap Heru.

Dalam setiap aksinya, mereka berangkat bersama menumpangi mobil sewaan. Biasanya mereka menyewa mobil selama 3 hari. “Dari cacatan pembukuan pemilik rental mobil, komplotan copet ini sudah 6 kali menyewa di situ. Alasannya sih katanya dipakai pergi ke Semarang,” terang Heru.

Semula polisi hanya menangkap dua pelaku yakni Moch Tohe dan Chrisnandik yang beraksi saat Persegres melawan Aremania di Stadion Petrokimia. Setelah dikeler polisi, dua pelaku lainnya berhasil dibekuk yakni Gufron dan Khodir.

“Waktu kita dikeler, ternyata para pelaku ini sudah janjian sebelumnya, bertemu di depan Depot Wong Solo, karena mobilnya diparkir situ. Di situ kita tangkap lagi 2 pelaku lainnya,” ungkap AKP Heru.

Barang bukti yang berhasil disita antara lain, mobil Avanza rental, HP Sony Xperia disertai doshbook dan beberapa ponsel serta dompet milik para pelaku. “Para pelaku kita jerat pasal 363 KUHP tentang pencurian disertai pemberatan,” paparnya.

Dari pengakuan para pelaku kepada penyidik, setiap kali menjual barang hasil copetnya, mereka biasa menghabiskannya untuk bersenang-senang di kawasan Puncak Tretes, Pandaan, Pasuruan.

“Sebagian kita habiskan untuk bermalam di Villa Tretes,” kata salah seorang pelaku. (lest/as)