Guru Ngaji Cabuli 8 Muridnya di Wringinanom

0
6,583 views
Ilustrasi
Ilustrasi

BeritaGresik.com – Kasus pencabulan terhadap anak-anak di bawah umur terjadi di Desa Sembung, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik. Ironisnya, perbuatan tak senonoh itu dilakukan oleh seorang guru mengaji.

Akibat perbuatannya, tersangka pelaku pencabulan, Syamsul Huda (43), ditahan setelah menjalani pemeriksaan intensif di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Gresik. Pelaku asal Nganjuk itu telah mencabuli 8 muridnya.

Menurut keterangan Setiono (48), warga Desa Sembung, Wringinanom, kasus cabul itu terungkap ketika salah seorang korban menceritakan kejadian itu kepada sesama temannya. Pembicaraan itu terdengar oleh tetangga korban.

Si tetangga lantas menanyakan hal itu kepada orangtua korban. “Karena ingin tahu lebih banyak, orangtua korban pada saat bertemu menginterogasi anaknya untuk mengkaitkan permasalahan tersebut,” terang Setiono, Rabu (9/11/2016).

Mengetahui perbuatan bejat guru ngaji itu, orangtua korban melaporkannya ke Mapolsek Wringinanom. Laporan ke polisi juga dilayangkan orangtua korban yang anaknya telah dicabuli guru ngaji.

Berdasarkan laporan orangtua korban dan sejumlah alat bukti, polisi akhirnya meringkus pelaku pencabulan. Kasus ini dilimpahka  ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPAl Polres Gresik.

Kaur Bin Ops Satreskrim Polres Gresik, Iptu Boediono membenarkan telah mengamankan pelaku kasus pencabulan anak-anak di bawah umur. “Pelaku sudah ditahan setelah menjalani pemeriksaan,” terangnya.

Kasus pencabulan itu dilakukan sekitar setahun yang lalu di salah satu sekolah Madrasah Ibtidaiyah. Pelaku juga telah melakukan perbuatan bejatnya itu di tempat mengaji milik pelaku pada sore hari.

“Dari delapan korban yang kami periksa laporannya bervariasi. Ada yang dipegang-pegang buah dadanya, kemaluannya, serta ada korban yang diajak hubungan layaknya suami istri,” terang Iptu Boediono.

Modus yang dilakukan pelaku, yakni memanggil korban pada jam istirahat sekolah. Korban lalu dipanggil ke dalam dengan alasan untuk membantu bersih-bersih. Pelaku juga meminta korban agar berangkat lebih awal saat mengaji.

Atas perbuatannya itu, pelaku dijerat dengan Pasal 81 dan 82 UU tentang Perlindungan anak. Polisi masih terus melakukan pemeriksaan dan pengembangan terkait kasus ini. (wan)