Putri Sebut “Ayam Abu-abu” Ada di Hampir Semua SMA di Gresik

0
5,055 views

BeritaGresik.com – Pelaku prostitusi anak yang diamankan satuan Polres Gresik membuat pengakuan mengejutkan. Dalam pengakuannya, Wahyu Putri Sukni (20) yang berprofesi sebagai mucikari menyebut hampir semua sekolah tingkat menengah atas di Kota Gresik, diduga berperan sebagai “ayam abu-abu” (pelajar).

Pengakuan itu disampaikan Putri saat rilis di Polres Gresik, Senin (5/9). Menurut dia, anak buahnya yang masih di bawah umur dan berstatus siswi SMA dan SMK, bersedia melayani seks para pria hidung belang dengan imbalan sejumlah uang.

Mereka biasanya sudah tergabung dalam sebuah komunitas dan biasa berkumpul di warung kopi yang terdapat di sekitar kompleks Wahana Ekspresi Pusponegoro (WEP) Jalan  Jaksa Agung Suprapto Gresik.

Sekali kencan “ayam abu-abu” ini biasanya memasang tarif sekitar Rp 1,5 juta. Sebesar Rp 1 juta untuk mereka dan Rp 500 ribu untuk sang mucikari yang bertugas mencarikan pelanggan. “Siapa yang tak tergiur dapat duit Rp 500 ribu, toh mereka  juga butuh duit,” ujar Putri.

Putri juga mengaku menawarkan anak buahnya kepada para pria hidung belang melalui BlackBerry Messenger (BBM). “Saya kirim fotonya ke pelanggan kalau cocok kita ketemuan di kafe Family di Surabaya untuk transaksi,” ungkapnya.

Para “ayam abu-abu” ini dikatakan melayani pria hidung belang di salah satu home stay yang terletak di Jalan Arif Rahman Hakim. Lokasinya tak jauh dari kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Gresik. “Home stay itu dulu bekas warnet,” terangnya.

Akibat perbuatannya, Putri dijerat dengan pasal berlapis mulai dari Undang-Undang tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara paling lama 10 tahun atau denda paling banyak Rp 100 juta.

Selain itu, Putri dijerat dengan Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan ancaman hukuman paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun. [zr]