Kakak-Adik Terlibat Ranmor Dibekuk Polres Gresik

0
2,693 views
(Foto: Wan)
(Foto: Wan)

BeritaGresik.com – Satu keluarga yang terlibat aksi pencurian kendaraan motor (curanmor) dibekuk Polres Gresik. Ketiga pelaku di antaranya Ferido Martin (29), serta adiknya Wenti (19) dan E (13).

Ketiganya adalah warga Desa Gading Watu, Kecamatan Menganti, Gresik. Karena tersangka berinisial E masih di bawah umur, polisi menitipkannya ke Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gresik.

Kapolres Gresik AKBP Ady Wibowo mengatakan, sebelum tertangkap satu keluarga yang terlibat curanmor ini sudah melakukan aksinya di luar Gresik. Polisi juga sudah menggelandang lima orang penadah sepeda motor hasil curian ketiga betsaudara tetsebut.

Kelima penadah itu di antaranya Edi Purwanto, warga Putat Lor Desa Klathak Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik, Pandi Purdiantoro (48) warga asal Desa Plabuhan rejo Kecamatan Mantup Kabupaten Lamongan.

Kemudian, Ridwan (31) warga Desa Plabuhan rejo Kecamatan Mantup, Lamongan, Purwanto K (25) watga Desa Babatan Kecamatan Balung Panggang Kabupaten Gresik dan Samson (36), warga Desa Lamongrejo Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan.

Foto: Wan
Foto: Wan

“Modus yang dilakukan dua tersangka Ferido Martin dan Wenti berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Beat nopol Z 4450 YE. Selanjutnya, mencari sasaran melihat sepeda motor yang tidak terkunci ganda. Setelah menentukan sasaran, pelaku menaiki sepeda motor curian itu lalu didorong dari belakang menuju tukang kunci untuk menduplikatnya,” kata AKBP Ady, Rabu (6/01/2016)

Lebih lanjut AKBP Ady menjelaskan, dari informasi tersebut anggotanya melakukan penyelidikan dan mencurigai seorang perempuan yang mengendarai sepeda motor Honda Beat nopol Z 4450 YE hasil dari rekaman kamera CCTV di TKP toko Baju Candis Jalan Raya Cerme Gresik.

“Dari olah penyidikan kami menangkap Wenti, selanjutnya dari pengembangan berhasil menangkap Ferido Martin serta sejumlah penadahnya,” terangnya.

Sementara itu, tersangka Ferido Martin mengaku jika aksi yang dilakukan bersama saudaranya itu untuk memenuhi kebutuhab sehati-hari keluarganya. Dia juga mengaku sudah menjalankan aksinya sebanyak 14 kali.

“Seingat saya mencuri motor sudah 14 kali. Hasilnya untuk menutupi kebutuhan hidup keluarga. Untuk Adik perempuan saya (Wenti), saya beri Rp500 ribu per sepeda dari hasil penjualan satu sepeda motor seharga Rp2,6 juta,” terang Ferido yang tangannya terborgol dengan Adik perempuannya.

Selain menangkap pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti di antaranya sebanyakb13 sepeda motor berbagai merek. Lalu satu motor lagi yang ditinggal pelaku di parkiran salah dayu mall di Surabaya, karena tidak bisa menunjukkan STNK saat keluar parkiran.

Atas perbuatannya itu, polisi menjerat tersangka dengan pasal 363 KHUP ancaman maksimal 7 tahun penjara. Sedangkan untuk penadah, polisi menjerat pasal yang berbeda. (wan)