Polsekta Gresik Bekuk Komplotan Pencuri Rel Kereta Api

0
1,514 views
Lima komplotan pencuri rel kereta api besrta barang bukti. (Foto: BG/Wan)
Lima komplotan pencuri rel kereta api besrta barang bukti. (Foto: BG/Wan)

BeritaGresik.com– Satreskrim Polsek Kota Gresik menangkap lima komplotan pencuri rel kereta api di Stasiun Indro, Desa Sidorukun, Kecamatan Gresik.

Kelima tersangka itu antara lain Budi Ariyono (35) dan Achmad Chotib (32), keduanya warga Jalan Kapten Dulasim Gresik. Selanjutnya, Umar Rozi (21), warga Desa Sumur Agung, Kecamatan Baureno, Bojonegoro, sertavSuci Prastiyo (27) warga Desa Pabean, Kecamatan Cepu, Blora Jawa Tengah.

Menurut Kapolsekta Gresik AKP Abdul Rokib, komplotan pencuri rel kereta api itu sudah kerap kali melakukan aksinya. Namun, saat ditangkap selalu berhasil melarikan diri. Aksi pencurian yang dilakukan kali ini merupakan keempat kalinya.

“Sebelum tertangkap komplotan ini November 2015 lalu mencuri rel dan bantalan kereta api dijual di pasaran dengan harga Rp 800 ribu. Sedangkan modus yang dilakukan kelima tersangka mengambil tanpa izin rel dan bantalan rel kereta api di Stasiun Indro yang tidak beroperasi,” ujarnya, Senin (4/01/2016).

(Foto: BG/Wan)
(Foto: BG/Wan)

Selain menangkap kelima pelaku, polisi juga menyita barang bukti berupa bantalan besi rel kereta sebanyak 6 batang dan panjang 2 meter. Lalu rel kereta api sebanyak 6 batang dengan panjang masing-masing 1,5 meter.

Selain itu, polisi juga mengamankan rel kereta api dengan panjang 2 meter sebanyak 8 batang, 4 batang rel kereta api dengan panjang 0,5 meter, serta 1 unit kendaraan Dhaihatsu Xenia dengan nomor polisi W 758 AZ.

(Foto: BG/Wan)
(Foto: BG/Wan)

AKP Abdul Rokib menuturkan, kendati rel dan bantalan kereta api tidak lagi dilalui kereta api. Namun, hal tersebut tetap merupakan aset negara. Atas kasus pencurian ini pihak PT KAI (persero) Daops VIII Surabaya mengalami kerugian Rp 50 juta. Pasalnya, pelaku menjual hasil curiannya dengan harga Rp 2000 per kilonya. Padahal, harga resminya Rp 45 ribu per kilonya.

“Ada satu DPO yang menjadi target kami atas nama YK anggota sudah mengantongi identitasnya,” tuturnya.

Lima orang tersangka yang kini diamankan di Polsekta Gresik dijerat dengan pasal 363 KHUP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. (wan)