Alasan Setor ke Dinas, Honor Petugas Posyandu di Bawean Dipotong 40%

0
520 views
Puskesmas Tambak Bawean Kabupaten Gresik. (Foto: BG/Abr)
Puskesmas Tambak Bawean Kabupaten Gresik. (Foto: BG/Abr)

BeritaGresik.com – Dugaan penyelewengan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Puskesmas Tambak Bawean, Gresik tahun 2016 semakin terkuak. Tak hanya program KIA, honor transport petugas Posyandu pun disinyalir syarat praktik pungutan liar (pungli).

Salah seorang petugas kesehatan di Puskesmas Tambak yang tak ingin disebutkan identitasnya mengaku, honor transportasi petugas Posyandu sebesar Rp 25 ribu selalu dipotong Rp 10 ribu per orang dalam setiap kegiatan.

Dengan demikian, maka setiap petugas Posyando hanya menerima Rp 15 ribu. Ironinya, salah satu alasan pemotongan tersebut dikatakan untuk setoran ke Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik.

“Yang kita tanda tangani Rp 25 ribu, tapi uang yang kita terima cuma Rp 15 ribu, kalau kita protes, alasannya buat setoran ke dinas, pembuatan SPJ, untuk bu dokter dan puskesmas,” ungkapnya kepada beritagresik.com, Sabtu (3/12/2016).

Baca jugaRealisasi Dana BOK Puskesmas Tambak Diduga Tak Jelas

Dia mengatakan, Posyandu merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap bulan. Ada sekitar 66 pos Posyandu se Kecamatan Tambak, masing-masing pos terdiri dari dua orang petugas, yaitu satu orang bidan dan satu orang perawat.

Ditanya soal adanya dugaan praktik pungli tersebut, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik Nurul Dholam enggan bercerita banyak. Dia mengaku saat ini pihaknya tengah melakukan evaluasi terhadap kinerja seluruh puskesmas yang ada di Kabupaten Gresik, tidak terkecuali Puskesmas Kecamatan Tambak, Bawean.

“Mohon maaf, saat ini kami masih melakukan monitoring evaluasi terkait program BOK di semua puskesmas termasuk puskesmas Tambak,” tulis Nurul Dholam melalui pesan singkat. (abr)