Sebelum Dicabuli, Gadis Belia di Bawean Ini Mengaku Dicekoki Minum Oplosan  

Turun dari kapal Express Bahari, IL dikawal oleh Kanit polsek Sangkapura. (Foto: BG/Abr)

BeritaGresik.com – Pria berinisial IL (44), warga desa Dekatagung kecamatan Sangkapura Bawean Kabupaten Gresik dilayarkan ke Gresik dengan kapal cepat melalui Pelabuhan Sangkapura Bawean, Selasa (2/7/2019).

Dikawal oleh Kanit Polsek Sangkapura Aptu Basuki, IL dilayarkan dalam rangka menjalani pemeriksaan di unit PPA Polres Gresik atas kasus yang menimpa dirinya sebagai terduga pelaku pencabulan anak di bawah umur yang terjadi pada 19 Juni 2019 lalu.

Menurut keterangan yang berhsil dihimpun dari salah satu keluarga korban yang tidak mau namanya disebutkan, kejadian bermula saat korban yang bernama Mawar (nama samaran), berusia 15 tahun sedang berada di rumahnya di salah satu desa di wilayah kecamatan Tambak pada Kamis, 19 Juni 2019 dini hari sekira pukul 01.00 WIB, tiba-tiba dijemput oleh IL dan BN serta seorang perempuan bernisial N. Mawar lalu diajak naik ke dalam mobil.

Untuk mengelabui korban, IL mengatakan bahwa Mawar sudah ditunggu temannya di mobil, ketika Mawar sudah naik ke dalam mobil, pelaku langsung tancap gas membawa Mawar ke arah selatan menuju ke kawasan desa Dekatagung kecamatan Sangkapura.

Mawar lalu diajak masuk ke warung kopi yang ada di desa Dekatagung. Di warung ini korban dipaksa meminum minuman keras oplosan oleh IL, bahkan Mawar sempat dipukul lalu dicekoki minuman oplosan hingga mabuk.

“Katanya sempat dipukul juga waktu dipaksa minum,” tutur keluarga korban menirukan penuturan Mawar.

Setelah itu, mereka menuju kawasan Desa Lebak, lalu BN dan N diturunkan dari mobil, sementara Mawar langsung dibawa IL menggunanakan mobil.

Kesempatan berdua dengan Mawar di dalam mobil membuat IL leluasa melancarkan aksinya, apalagi kondisi Mawar yang mabuk berat akibat dicekoki minuman oplosan. Saat itu, IL diduga menggerayangi tubuh Mawar.

Mawar baru ditemukan keesokan harinya oleh pihak keluarganya di salah satu rumah warga di Desa Dekatgung. Mendengar cerita dari Mawar, pihak keluarga langsung melaporkan kasus ini ke kantor Polsek Sangkapura.

Saat ini, kasus yang sempat menggegerkan warga Bawean ini sudah didampingi oleh Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Gresik. (abr)

No Response