Akibat Banjir, Puluhan Hektar Sawah di Gresik Terancam Gagal Panen

0
357 views
Farit, petani di Gresik menunjukkan padinya yang sudah mulai menguning, sambil memegang kepala tanda kecewa karena terancam rugi. (Foto:BG/Amn)
Farit, petani di Gresik menunjukkan padinya yang sudah mulai menguning, sambil memegang kepala tanda kecewa karena terancam rugi. (Foto:BG/Amn)

BeritaGresik.com– Banjir luapan Bengawan Solo yang melanda sebagian wilayah Gresik sejak dua hari lalu, tidak hanya merendam rumah warga dan melumpuhkan jalan raya nasional Deandles yang mengubungkan Gresik dengan Tuban.

Banjir tahunan itu juga membuat puluhan hektar lahan pertanian yang ada di wilayah Kecamatan Bungah terendam oleh banjir. Akibatnya, puluhan hektar tanaman padi milik warga terancam gagal panen.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik, sampai selasa pagi (29/11/2016), lahan pertanian yang tergenang banjir di Desa Bungah terdapat 15 hektar, Desa Bedanden 20 hektar dan Desa Sokorejo 20 hektar.

Jufri (35), warga Dusun Kaliwood Bungah mengatakan, areal pertanian miliknya mestinya sudah siap panen pada minggu depan, tapi padinya terancam busuk dan tidak bisa dipanen karena sejak kemarin tergenang banjir luapan Bengawan Solo.

“Semoga saja banjirnya cepat surut supaya padinya bisa dipanen dan tidak sampai busuk,” kata Jufri sambil menunjukkan kondisi yang terjadi pada tanaman padi miliknya.

Jufri bersama sejumlah warga yang lahan pertaniannya rusak mengharapkan adanya bantuan dari pihak pemerintah.

Farid, anggota Koramil dan Babinsa Desa Bungah menegaskan, bahwa lahan pertanian warga banyak yang tergennag. Selain ditanami padi, ada juga lahan pertanian warga yang ditanami palawija.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik, Abu Hasan membenarkan jika banyak lahan pertanian warga yang tergenang banjir.

Dia menyebutkan, dari sembilan desa di Kecamatan Bungah yang tergennag banjir luapan Bengawan Solo, hanya ada tiga desa yang lahan pertaniannya terdampak banjir luapan sungai terpanjang di Jawa itu. (amn)