Mengenalkan ‘Bawean’ Lewat Karya Sastra

0
2,040 views
Arul Chandra, novelis berdarah Bawean. (Foto: BG/Abr)
Arul Chandra, novelis berdarah Bawean. (Foto: BG/Abr)

BeritaGresik.com – Nama Arul Chandra belakangan ini mulai dikenal publik di Tanah Air sebagai novelis cemerlang. Pria berdarah Bawean yang kini tinggal di Brondong, Lamongan, ini kerap menjadikan Pulau Bawean sebagai latar belakang penulisan karya sastranya.

Karya-karya Arul yang banyak beredar di toko buku Gramedia dan sejumlah toko buku lainnya yaitu novel berjudul Pemburu Rembulan, Penakluk Kutukan, Kapten Bhukal, serta karya nonfiksi yang mengangkat keajaiban dalam hidup.

Pria kelahiran 17 Mei 1987 ini mengaku kepiawaiannya menulis novel berangkat dari hobinya menulis sejak duduk di bangku Sekolah Dasar di desa Kumalasa kecamatan Sangkapura, Bawean.

Kegemarannya menulis sejak sekolah dasar itu diakuinya berlanjut hingga dirinya menempuh studi di Universitas Ronggolawe Tuban, Jawa Timur.

“Awalnya berangkat dari sebuah hobi saja, dan sekaligus saya bertujuan untuk mengenalkan Bawean melalui tulisan novel seperti ini,” terang Arul kepada beritagresik.com, Kamis (29/9/2016).

Dalam penulisan karya-karya sastranya, Arul sengaja memilih latar belakang Pulau Bawean. Itu bagian dari upaya dirinya mengenalkan pulau Bawean yang hingga kini belum banyak dikenal, baik potensi wisata maupun budaya.

Alhasil, Arul mengaku banyak di antara para pembaca bukunya yang mulai penasaran dengan Pulau Bawean yang dijadikan latar belakang penulisan karya sastranya. Bahkan, saat ini banyak juga yang ingin berkunjung ke Pulau Bawean.

Atas capaian itu, Arul merasa bersyukur karena saat ini karya sastranya berupa novel telah banyak beredar di beberapa daerah di Indonesia, antara lain di Pulau Sumatra, Kalimantan, Bali dan Pulau Jawa.

Bahkan, kata Arul, salah satu novelnya yang berjudul “Pemburu Rembulan” saat ini menjadi salah satu referensi untuk penulisan skripsi mahasiswa di Jakarta.

“Alhamdulillah banyak sekali yang bertanya tentang Bawean pada saya, bahkan novel saya menjadi referensi skripsi salah seorang mahasiswa di Jakarta,” pungkasnya. (abr)