Ada Pungli di Sekolah? Lapor ke DPRD Gresik

0
1,432 views
Anggota Komisi D DPRD Gresik melakukan kunjungan kerja ke Pulau Bawean. (Foto: BG/Abr)
Anggota Komisi D DPRD Gresik melakukan kunjungan kerja ke Pulau Bawean. (Foto: BG/Abr)

BeritaGresik.com – Ketua Komisi D DPRD Gresik Muntarifi mengajak kepada semua pihak agar ikut serta membantu memantau dan melaporkan jika ditemukan pungutan liar (pungli) di sektor pendidikan maupun kesehatan.

Hal itu disampaikan anggota Fraksi PPP itu ditemui di atas kapal Express Bahari saat perjalanan menuju Pulau Bawean, Kamis (29/09/2016). Saat itu, sebanyak 10 orang rombongan Komisi D DPRD Gresik melakukan kunjungan kerja ke Bawean.

Kunjungan kerja ke Pulau Bawean kali ini dilakukan dalam rangka tugas monitoring, sekaligus sosialisasi regulasi berkaitan dengan pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

“Silahkan masyarakat proaktif ikut membantu jika ada temuan-temuan yang melanggar aturan (pungli). Komisi D yang salah satu tupoksinya di bidang pengawasan akan meluruskan jika ada temuan seperti itu,” kata Muntarifi.

Anggota Dewan dari Pulau Bawean itu menjelaskan, saat ini pemerintah Gresik sudah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar Rp7 miliar untuk menunjung kebutuhan pendidikan.

Tunjangan pendidikan itu mencakup biaya investasi dan biaya administrasi. Bahkan menurut dia, sebagian kebutuhan personil siswa seperti baju olahraga dan baju batik sudah dapat tercover dengan anggaran itu.

“Yang perlu dipahami bahwa pemerintah sudah mengcover biaya pendidikan, khususnya biaya administrasi dan investasi. Untuk biaya personil hanya baju batik dan baju olahraga,” tarangnya.

Dia menambahkan, untuk mengcover seluruh kebutuhan pendidikan di kabupaten Gresik dibutuhkan anggaran sekitar Rp 25 miliar. Dana sebesar itu akan diusulkan secara bertahap. (abr)